METODELOGI PENELITIAN
“UPAYA MENINGKATAN PRESTASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI POKOK PENGURUSAN JENAZAH MELALUI
METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IX
DI MTS NEGERI MAJENANG 2014”
Proposal ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodelogi Penelitian
Dosen
Pengampu : Drs. H. Machfudin, M.Pd.l

.
Disusun Oleh:
KAROMAH
Nim : 113050227
SEMESTER : TARBIYAH/ 6
(Enam)B
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN
TSAURI MAJENANG
2014
“UPAYA
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
DALAM
PEMBELAJARAN FIQIH MATERI POKOK
PENGURUSAN JENAZAH MELALUI METODE DEMONSTRASI
PADA SISWA KELAS IX DI MTS NEGERI MAJENANG 2014”
A.
Latar
Belakang Masalah
Agama Islam merupakan agama yang terakhir yang di bawakan oleh Nabi
Muhammad SAW, untuk semua manusia telah mewajibkan bagi mereka saling hormat
antar sesamanya, walaupun mereka berbeda etnis ataupun agama, sikap saling
hormat menghormati ini bukan hanya kepada manusia itu hidup, bahkan ketika
manusia itu sudah mati karena menghormati manusia yang sudah mati sama halnya
kita menghormati manusia yang masih hidup. Rasulullah saw, telah menunjukan
kepada kita bagaimana ketika mayat seorang yahudi berlalu dihadapannya, dan
bagaimana beliau menyatakan rasa duka yang dalam ketika raja Najasyi ( seorang
raja yang beragama kristen di Habasyah) meninggal dunia aka tetapi akan halnya
kewajiban kaum muslimin terhadap sesama muslim yang meninggal dunia.
Mereka yang masih hidup mempunyai kewajiban terhadap hak-hak yang
dimiliki oleh seseorang yang muslim yang meninggal. Bila mana kewajiban ini
ditinggalkan dan tak seorang pun dari mereka yang memberikan hak-hak orang yang
meninggal, maka orang muslim semua ditempat itu mendapatkan dosa kecuali jika
ada sebagian dari mereka melaksanakan hak-hak orang yang meninggal, maka
gugurlah dosa bagi semua. Sedangkan kenyataan dilapangan khususnya disekolahan
masih banyak siswa yang belum tahu bagai
mana cara menghormati sesama muslim yang sudah meninggal yaitu dengan cara
mengurus jenazah yang benar, serta belum tau bagai mana tata cara mengurusi
jenazah mulai dari memandikan,mengkafani jenazah, menyalatkan jenazah serta
menguburkan jenazah,
hal ini berdampak pada hasil mata pelajaran fiqih yang beranggap bahwa mata pelajaran ini merupaan
pelajaran yang sulit di tambah dengan bahan ajar yang tidak dimiliki siswa,
sehingga berdampak dengan hasil mata pelajaran fiqih dengan hasil yang kurang
memuaskan.
Dalam hal ini perlunya bahan ajar yang menarik yang dapat membuat
siswa dapat paham dengan bahan materi yang diajarkan yaitu dengan perlunya
menggunakan sebuah metode demonstrasi, untuk dapat mengilustrasikan apa yang
diajarkan dan dapat mengikut aktifkan siswa sehingga sisa lebih terdorong
semangat dengan matapelajaran fiqih.
Metode demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, dimana guru
melakukan percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan
hasil percobaannya, kemudian hasil tersebut di sampaikan dikelas dan dievaluasi
oleh guru.metode ini juga melibatkan antara guru dan sisiwa ikut terlibat yaitu
dengan cara praktek mengunakan peraga yang ditunjukan siswa dengan tunjukan
kepada siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan apa yang telah diperollehya
dan dapat mengatasi suatu permasalahan yang terjai sehubungan dengan yang sudah
di demonstrasikan.
Berdasarkan dengan latar belakang penulisan diatas maka metode
demonstrasi dapat dimanfaatkan dan memungkinkan guru dapat mengelolah kelas
dengan lebih efektif dan efesien dan dapat memudahkan siswa untuk mengerjakan
tugas yang diberikan guru dalam penelitian “upaya peningkatan prestasi siswa
dalam pembelajaran fiqih materi pokok
pengurusan jenazah melalui metode demonstrasi
pada siswa kelas ix di Mts Negeri majenang 2014”
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, rumusa
masalah penelitian ini yaitu:
1.
Bagaimana
prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas IX Mts Negeri
Majenang 2014?
2.
Bagaimana
penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran fiqih siswa kelas IX Mts Negeri
Majenang?
3.
Apakah
penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa pada pembelajaran fiqih materi pokok pengurusa
jenazah di kelas IX Mts Negeri Majenang?
C.
Definisi
Operasional
Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman terhadap pelaksanaan
penelitian yang penulis laksanakan, penulis perlu menentukan variabel dalam
penelitian ini secara operasional sebagai berikut:
1.
Peningkatan
prestasi belajar siswa
Prestasi
belajar siswa adalah suatu hasil yang diperoleh seseorang dengan kemampuan dan
keterampilannya sehingga adanya perbedaan antara kemampuan seseorang dengan
kemampua orang lain. Sedangkan penigkatan prestasi belajar siswa adalah: suatu
usaha atau cara untuk menambah suatu kemampuan atau keterampilan seseorang
melalui suatu aktivitas yang telah
dilakukanmelalui prosedur dan langkah-langkah yang baik dan benar.
2.
Pembelajaran
Fiqih
Pembelajaran
fiqih merupakan suatu program pendidikan
yang ada pada sekolah madrasah, yang wajb di sosialisasikan,
diaktualisasikan dengan memakai sistem pembelajaran teori maupun praktek
mengenai ibadah maupun muamalah melalui bimbingan, agar peserta didiik dapat
memiliki kemampuan berpikir kritis,
rasional, dan kreatif.
3.
Metode
demonstrasi
Metode
demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, dimana guru melakukan percobaan
tentang sesuatu hal, mengamati prosessnya
serta melakukan praktek menggunakan peragaan yang di tunjukan pada siswa
dengan tujuan supaya siswa lebih mudah
dalam memahami dan mempraktekan apa yang telah diperolehnya dan dapat mengatasi
suatu permasalahan yang terjadi
sehubungan dengan yang sudah di demonstrasikan .
D.
Tujuan
dan Manfaat Penelitian
Tujuan
diadakan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IX Mts Negeri Majenang ini adalah
1.
Guru
dapat meningkatkan pemahaman sisiwa terhadap materi fiqih meteri pokok pengurusan jenazah
2.
Dengan
penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap
pembelajaran fiqih
Dengan tujuan tersebut peneliti tindakan kelas ini, diharapkan
dapat diperoleh manfaat sebagai berikut:
Manfaat bagi guru
1.
Metode
demonstrasi dalam proses pembelajaran akan lebih memudahkan dalam menerangkan
pokok materi pelajaran yang akan disampaikan
2.
Dapat
memperbaiki metode-metode sebelumnya guna untuk memperbaiki suatu prestasi
Manfaat
bagi siswa
1.
Siswa
akan lebih aktif serta mampu memahami menerima bahan yang diajarkan dengan baik
2.
Hasil
prestasi siswa mengenai pembelajaran fiqih meningkat
Bagi
sekolah atau madrasah
1.
Sebagai
upaya peningkatan prestasi belajar siswa
dan dapat menaikan citra sekolah atau madrasah
E.
Signifikansi
penelitian
Sigfikansi penelitian mengandung arti meyakinkan atau berarti bahwa
hipotesis yang telah terbukti pada sampel dapat diberlakukan pada populasi.
Namun jika tidak signifikansikan berarti kesimpulan pada sampel dapat
diberlakukan pada populasi (tidak dapat
digeneralisasikan)
Signifikansikan pada penelitian ini adalah:
1.
Kegiatan
Pembelajaran demonstrasi pada siswa merupakan
salah satu metode yang harus dilakukan
pada kelas IX MTS Negeri Majenang Tahun Ajaran
2013/2014.
2.
Metode
pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan
pembelajaran
3.
Metode
pembelajaran demonstrasi adalah salah
satu metode pembelajaran yang dapat
digunakan dalam pembelajaran fiqih
materi ajar pengurusan jenazah.
4.
Metode
demonstrasi pada pembelajaran fiqih majeri ajar pengurusan jenazah dapat
memberi siswa pengalaman untuk menemukan, menerapkan pengetahuan secara
individu atau pun kelompok.
F.
Telaah
pustaka
A.
Tinjauan
Teoritik Pembelajaran Demonstrasi
1.
Pengertian
metode demonstrasi
Pengertian demonstrasi menurut Muhibin Syah adalah “metode”
mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan
melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media
pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Model pembelajaran demonstrasi menurut Winarno seperti yang dikutip
oleh Moedjiono, (1991: 73) metode demonstrasi adalah adanya seorng guru , orang
luar atau siswa yang diminta untuk
memperlihatkan suatu proses pada suatu
kelas”. Sedangkan menurut Staton seperti yang dikutip moedjiono (1991: 74)
metode demonstrasi merupakan metode yang
pertama kali digunakan oleh manusia gua, yaitu pada saat mereka menambahkan
kayu untuk memperbesar api unggun, sementara
anak mereka melihat, dan memperhatikannya”.
2.
Kelebihan
pembelajaran metode demonstrasi
Metode demonstrasi menurut Moedjiono (1991:75) menyatakan mempunyai
banyak kelebihan- kelebihan antara ain adalah sebagai berikut:
a.
Memperkecil
kemungkinan salah bila dibandingkan kalau siswa hanya membaca atau mendengar
penjelasan saja, karena demonstrasi
memberikan gambaran konkrit yang memperjelas perolehan hasil belajar
siswa dari hasil pengamatannya.
b.
Memungkinkan
para siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan demonstrasi, sehingga
memberikan kemungkinan yang benar bagi siswa yang memperoleh
pengalaman-pengalaman langsungpeluang keterlibatan siswa memberikann kesempatan
siswa mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan penghargaan dari
teman-temannya.
c.
Memudahkan
pemusatan perhatian siswa kepada hal-hal yang dianggap penting sehingga para
siswa mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum mereka ketahui selama
demonstrasi berjalan, jawaban dari pertanyaan dapat disampaikan oleh guru pada
saat itu pula, metode demonstrasi dirasa sesuai untuk mengajarkan materi pembelajaran
fikih materi ajar mengurusan jenazah, karena itu penilis menguji cobakan
dikelas IX MTs Negeri Majenang sebagai proses menyusun proposal penelitian
tindakan kelas.
3.
Kekurangan
pembelajaran metode demonstrasi
Kekurangan pengunaan metode demonstrasi
a.
Dalam
pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan persiapan yang matang,
sehingga memerlukan waktu yang banyak,
tampa persiapan yang memadai
demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif
lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses
tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga banyak
memakan wakt yang banyak.
b.
Mendeonstrasi dalam pelaksanaannya menyita biaya dan
tenaga( jika memakai alat yang mahal) tidak semua hal dapat didemonstrasikan
didalam kelas.
c.
Metode
demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turun aktif dan suasana
gaduh.`
d.
Demonstrasi
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang husus, sehingga guru
dituntut untuk bekerja lebih profesional
4.
Langkah-langkah
Dalam mengaplikasikan Metode Demonstrasi
Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif, ada
beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, yang terdiri dari
“perencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru lalu diikuti oleh murid dan
diakhiri dengan adanya evaluasi”. Adapun
langkah tersebut sebagai berikut:
a.
Tahap
Persiapan
Pada
tahap persiapan ada bebrapa hal yang harus dilakuakan antara lain adalah
sebagai berikut:
a)
Rumusan
tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah demonstrasi berakhir. Tujuan ini
meliputi bebrapa aspek seperti pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu.
b)
Persiapkan
garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar
didemonstrasikan diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan
c)
Lakukan
uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
b.
Tahap
Pelaksanaan
a)
Langkah
pembukaan
Sebelum didemonstrasikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
di antaranya:
Ø Aturlah tempat duduk yang memungkinkan
semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
Ø Kemukakan tujuan apa
yang harus dicapai oleh siswa.
Ø Kemukakan tugas-tugas apa yang dilakukan oleh siswa, misalnya siswa
ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan
demonstrasi
b)
Langkah
pelaksanaan demonstrasi
Ø Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa
untk berfikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka teki
sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
Ø Ciptakan suasana yang menyejukan dengan menghindari suasana yang
menegangkan.
Ø Yakinkan jika semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan
memperhatikan seluruh siswa.
Ø Berikan kesempatak kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih
lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
c)
Langkah
mengakhiri demonstrasi
Apabila
demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri
denganmemberikan tugan-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaann
demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk
meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain
memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi
bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
B.
Prestasi
belajar siswa
1)
Pengertian
prestasi belajar
Prestasi belajar berasal dari kata” prestasi” dan” belajar”. Secara
bahasa prestasi berasal dari kata balanda yaituprestatie, kemudian berubah kedalam
bahasa Indonesia menjadi prestasi berartii kemampuan. Jadi secara bahasa
prestasi adalah suatu hasil yang diperoleh seseorang dengan kemampuan dan
keterampilan sehingga adanya perbedaan antara kemampuan seorang dengan kemampuan orang lain. Sedangkan secara
terminologi prestasi adalah hasil yang diperoleh individu atau kelompok, melalu
aktifitas yang telah dilakukannya melalui prosedur dan langkah-langkah yang
baik dan benar.
Menurut Nana Sudjana( 2008:26) Bahwa prestasi belajar itu merupakan
akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yakni berupa tes
yang disusun secara terencana, baik tertulis, secara lisan maupun perbuatan.
Sedangkan menurut Nasution (206:29) mengatakan bahwa prestasi
belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai
pegetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam pribadi
individu yang belajar.
Dalam penelitian tindakan kelas ini, yang dimaksud prestasi belajar
siswa adalah hasil nilai ulangan harian siswa
dalam mata pelajaran fiqih. Ulangan harian siswa ini bertujuan untuk
memperbaiki modul, dan program pembelajaran juga sebagai pertimbangan dalam
memberikan nilai terhadap siswa.
2)
Indikator
prestasi belajar
Untuk dapat mengukur dan mengungkap hasil belajar, maka seharusnya
kita mengetahui aspek mana saja yang menjadi indikatornya. Adapun yang menjadi
indikator dari prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku siswa ( Nana
Sudjana: 2002: 49). Pengukuran perubahan tingkah laku tersebut ialah berupa tes
kemampuan dan tes perbuatan, dari hasil tes tersebut dapat dilakuakan
klasifikasi prestasi dengan besar kecilnya nilai tes yang dihasilkan sebagai acuan. Prestasi belajar ini dapat
diketahui dengan melakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui
apakah siswa telah menguasai materi atau belum. Prestasi belajar ini dapat
dilihat dari hasil ulangan harian (formatif) , nilai ulangan tegah semester(
sub sumatif), dan nilai ulangan semester (sumatif).
3)
Faktor-faktor yang mempengruhi prestasi belajar
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa
materi ajar pengurusan jenazah terdiri dari dua dua bagian yaitu faktor
internal dan eksternal.
a.
Faktor
Internal
Adalah
aspek yang terdapat dalam diri individu yang belajar baik aspek fisiologis
(fisik) maupun aspek psikologis (psykis). Menurut Slameto (1995:54) yang
termasuk aspek fisiologis adalah faktor kesehatan dan cacat tubuh . sedangkan
aspek psykis (psykologis) meliputi: interlegensi, perhatin, minat, bakat,
motif, kematangan dan kesiapan.
b.
Faktor
Eksternal
Faktor
eksternal adalah seluruh aspek yang terdapat diluar diri individu yang belajar,
menurut Muhibbin Syah ( 1995: 137) meliputi tiga faktor yaitu:
1)
Faktor
keluarga
2)
Faktor
sekolah
3)
Lingkungan
dan sosial
C.
Pembelajaran
fiqih materi” Pengurusan Jenazah”
Pembelajaran
fiqih adalah suatu pembelajaran yang harus ada pada madrasah baik itu tingkatan
madrasah ibtidaiyah maupun tingkatan madrasan tsanawiyah dan madrasah aliyah dan lain sebagainya
1.
Pengertian
pengurusan jenazah
Jenazah adalah jazad seseorang yang telah meninggal dunia. Kematian
adalah kepastian. Setiap yang hidup dipastikan akan mati. Islam menghormati
manusia sejak masih hidup hingga kematiannya. Penghormatan itu
diaplikasikasikan menjadi kewajiban bagi kaum muslimuntuk melakukan perawatan
jenazah yang meliputi memandikan mengkafani mensolati dan megubur. Meskipun
sudah menjadi suatu keharusan syar’i tak semua orang mampu melakukan perawatan jenazah dengan baik
dan sesuai dengan tuntunan Rasullullah saw, “Tiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan mati kemudian hanya kepada kami kamu dikembalikan, ( Qs.
Alquran’ankabuut ayat 57) ayat tersebut
menjelaskan bahwa kita yang hidup didunia akan merasakan mati. Namun
kenyataannya banyak manusia yang terbuai dengan kehidupan dunia sehingga hampir
melupakan tujuan hidup yang sebenarnya, hal ini juga membuat manusia tidak
banyak yang mengingat tentang kematian. Yang jadi permasalahan sekarang adalah,
tidak ada manusia satupun yang ketika mati kemudian berangkat sendiri menuju ke
liang kuburnya. Tentu saja hal ini adalah menjadi kewajiban bagi orang yang
masih hidup, terutama keluarga yang yang di tinggalkanya untuk mengurusnya
sampai menguburkannya. Merawat jenazah adalah hukumnya wajib kifayah,
namunsetiap orang tentunya wajib mengetahui peraturan bagaimana merawat jenazah
yang sesuai dengan tuntunan agama Islam karena kewajiban merawat jenazah yang
pertama adalah keluarga terdekat, apalagi yang meninggal adalah orang tua atau
anak kita.kalau kita tidak bisa merawatnya sampai menguburkannya berarti kita
tidak birulwalidainberarti berbakti kepada kedua orangtua kita.
2.
Tata
cara pengurusan jenazah
1)
Memandikan
Sebagaimana
mandi wjib, tata cara memandikan jenazah pun dimulai berbiat, kemudian
mendudukanya, menyiramkan air keseluruh tubuhnya, menghilangkan najis, dan
seterusnya.
2)
Mengkafani
Terdapat
sebuah perbedaan antara jenazah laki-laki dan jenazah perempuan dalam hal
mengkafani untuk jenazah laki-laki, kain kafan digunakan berjumlah tiga lapis,
yang setiap lapisan berukuran sama, yaitu sampai menutupi seluruh badan
jenazah. Sedangkan untuk jenazah perempuan kain kafan yang digunakan sebanyak
lima lapis, yang terdiri dari kain bawahan (semacam jait tampa jahitan) untuk
menutupi sekitar kemaluan jenazah, tutup kepala, kerudung atau cadar yang
terakhir kain yang dapat menutupi seluruh badan jenazah.
3)
Menyalatkan
jenazah
Jenazah
yang di solatkan ialah jenazah muslim yang meninggal bukan karena perang membel
agama atau perang melawan orang kafir, orang yang meninggal karena membela
agama langsung dikubur
a.
Syarat
dan rukundhalat jenazah
a)
Syarat-syarat
shalat jenazah
Ø Suci dari hadas dan najis
Ø Menutup aurat
Ø Menghadap kiblat
Ø Jenazah telah dimandikan terlebih dahulu serta dikafani
Ø Latakan jenazah disebelah kiblat orang yang meshalatkan, kecuali jenazah
ghaib yakni shalat yang jenazahnya tidak ada didepan orang yang mensholatkan.
b)
Rukun
shalat jenazah
Ø Niat
Ø Berdiri bagi yang kuasa
Ø Takbir empat kali diawali dengan takbiratul ihram
Ø Membaca surat al-fatihah sesudah takbiratul ihram
Ø Membaca shalawat setelah takbir kedua
Ø Membaca doa setelah takbir ketiga dan keempat
Ø salam
4)
Menguburkan
jenazah
Jenazah
dikubur dsetelah disalatkan. Mengubur jenazah berarti memasukan jenazah ke
liang lahat yang telah disediakan. Menguburkan jenazah hendaknya disegarakan.
Karena sesuai dengan sabda Nabi saw.
3.
Manfaat
pengurusan jenazah
1)
Manfaat
shalat jenazah
Ø Jenazah yang disolati mendapat ampunan dosa
Ø Orang yang melaksanakan solat jenazah juga mendapatkan pahala.
Sedangkan
manfaat mengurusi jenazah secara umum adalah
G.
Hipotesis
Tindakan
Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban atau
kesimpulan sementara yang masih diuji data-data yang terkumpul melakukan
kegiatan penelitian. Pada hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
Dengan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatakan prestasi belajar sisiwa
pada pembelajaran fiqih materi pokok pengurusan jenazah pada sisiwa kelas IX MTs
Negeri Majenang 2014
H.
Metode
Penelitian
1.
Jenis
Penelitian
Penelitian
dalam proposal penelelitian tindakan kelas ini adalah penelitian tindakan kelas
dan termasuk kedalam peneliti kualitatif yaitu membuat deskripsi tentang
penggunaan pembelajaran demonstrasi terhadap materi ajar pengurusan jenazah
melalui pendekatan penelitian tindakan kelas
2.
Variabel
Penelitian
Variabel penelitian ini terdiri atas dua variabel, yakni variabel
bebas dan variabel terikat. Variabel bebas penelitian ini adalah metode
demonstrasi dalam upaya meningkatkan
prestasi belajar siswa pada pembelajaran fiqih, sedangkan variabel terikat
adalah kemampuan siswa MTS kelas IX MTS
Negeri Majenang Tahun Ajaran
2013/2014 dalam materi ajar pengurusan jenazah
3.
Desain
Penelitian
Sejalan dengan model
penelitian ini desain penelitian yang penulis gunakan adalah desain penelitian
tindakan kelas. Dalam hal ini penulis menggunakan desain penelitian yang
dikemukakan Heryadi (2007: 64) yang dapat dilihat pada gambar desain di bawah
ini.
Desain Penelitian yang
penulis tulis menggunakan model PTK yang dikemukakan Heryadi (2007: 64)
SIKLUS 1
Rencana tindakan
Analisi dan refleksi
![]() |
|||
![]() |
|||
Deskripsi hasil tindakan
![]() |
Pelassanaan tindakan Rencana tindakan ulang
Adapun penelitian ini akan dilaksanakan dalam
beberapa siklus dibawah ini:
SIKLUS I
I. Perencanaan
Peneliti bersama guru fiqih berdiskusi
berkaitan dengan bagaimana proses belajar mengajar, hasil belajar,
hambatan-hambatan, dan hal-hal yang sering terjadi dikelas sebagai bahan
pertimbangan peneliti untuk mengetahui keadaan awal siswa
§ Peneliti bersama guru menyusun RPP yang telah
disesuaikan dengan model yang disesuaikan.
§
Peneliti
melakukan survey kelas yang akan diteliti,melihat keadaan dan statistik siswa
yang dijadikan sebagai subjek penelitian
§
Peneliti
mengkaji silabus dan RPP yang berkaitan dengan materi yang diteliti untuk
menentukan tindakan yang akan dilakukan
dalam proses penelitian
§ Penyusun menyusun naskah yang akan diperagakan
oleh dalam proses implementasi pembelajaran demonstrasi
II. Tindakan
§
Peneliti
bersama guru didalam proses belajar mengajar kemudian bersama-sama memberikan
penjelasan dan meeneranngkan berbagai proses pembelajaran demonstrasi dilakukan
§
Peneliti
dan guru mempersiapkan , serta langsung mendemonstrasikan materi pengurusan
jenazah yang telah disampaikan sebelunya
III.
Observasi
§ Siswa melaksanakan peragaan yang telah
disemonstrasikan oleh guru
§ Setiap kejadian dalam proses demonstrasi
menjadi catatan-catatan bagi peeliti dan penyempurnaan untuk
perbaikanselanjutnya
IV.
Refleksi
§ Catatan-catatan penting penelitian dikaji
sebagai bahan untuk menetukan tindakan lanjutan penelitian
§ Peneliti membagi tes untuk siswa kemudian siswa
mengerjakan
§ Hasil tes diklasifikasikan antara nilai yang
mencapai mencapai KKM dari seluruh anggota kelas
§ Peneliti menghitung nilai yang mencapai KKM 7,5
SIKLUS
2
Analisia
Dan Refleksi
Rencana Tindakan ![]() |
Deskripsi hasil tindakan
![]() |
Pelaksanaan tindakan Rencana tindakan ulang
SIKLUS II
I. Perencanaan
§ Peneliti melakukan evaluasi siklus I yaitu
dengan mencari hal-hal yang perlu menyempurnakan seperti hasil dari demnstrasi
§
Peneliti
bersama guru menyusun RPP kembali yaang merupakan penyempurnaan bagi RPP
sebelumnya
§ Peneleliti mengulangi pembelajarandemonstrasi
secara maksimal
II. Tindakan
§
Menyiapkan
siswa untuk mepraktekan apa yang telah di demonstrasikan
§
Peneliti
dan guru mempersiapkan , serta langsung mendemonstrasikan materi pengurusan
jenazah yang telah disampaikan sebelunya
III.
Observasi
§ Peneliti mengamati setiap hal yang menjadi
subtansi dalam penelitian
§ Peneliti mendokumentasi kegiatan belajar yang
di demonstrasikan dengan baik dalam bentuk catatn, foto, vidio dan lain-lain
IV.
Refleksi
§ Peneliti menyusun soal tes untuk mengukur daya
serap siswa
§ Peneliti melakukan penghitungan presentasi
siswa yang lulus KKM
§ Peneliti Bersama Guru Mengkaji Hal-Hal Yang
Mempengaruhi Pemahaman proses
pembelajaran yang telah berlangsungan pada pembelajaran fiqih materi ajar
pengurusan jenazah
4.
Langkah-langkah Penelitian
Penulis
melaksanakan penelitian ini melalui langkah-langkah desain penelitian yang
dikemukakan Heryadi (2008: 58) sebagai berikut.
a.
Mengenali
masalah dalam pembelajaran.
b.
Memahami
akar masalah pembelajaran.
c.
Menetapkan
tindakan yang akan dilakukan.
d.
Menyusun
program rancangan tindakan
e.
Melaksanakan
tindakan
f.
Deskripsi
keberhasilan.
g.
Analisis
dan Refleksi.
h.
Membuat
keputusan.
Melalui
langkah-langkah tersebut penulis melaksanakan penelitian ini dengan menggunakan
model penelitian tindakan kelas.
5. Tempat dan waktu Penelitian
Penulis melaksanakan penelitian ini di MTS Negeri Majenang Tahun
ajaran 2013/2014. Waktu
penelitian penulis laksanakan mulai bulan Desember 2013, Januari, Februari 2014.
Untuk lebih jelasnya, penulis jabarkan rencana penelitian yang akan penulis
laksanakan pada jadwal berikut ini.
|
No
|
Nama Kegiatan
|
Juni
2013
|
Januari
2014
|
Februari
2014
|
Maret
2014
|
||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1
|
Menyusun Proposal Penelitian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Seminar Proposal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Menyusun Out Line
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Melakukan Penelitian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Pengolahan Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Penulisan Skripsi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Ujian Sidang
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6. Sumber data
a.
Subjek
Penelitian
Yang
menjadi subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX MTS Negeri
Majenang yang berjumlah 38 orang siswa yang terdiri dari
8 orang siswa laki-laki dan 30 orang siswa perempuan.
b.
Objek
penelitian
Pada
penelitian yang menjadi objek adalah cara proses pengurusan jenazah melalui praktek dari cara memandikan, mengkafani,
menyolati, dan mengkuburkan.
7.
Metode
Pengumpulan Data
Untuk
mengumpulka data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknis, yaitu:
a.
Teknik
wawancara langsung adalah suatu proses tanya jawab yang dilakukan oleh konselor
dengan klien, guna ingin mengetahui informasi mengenai data yang diteliti yang
dilakukan sesuai dengan pedomannya tampa adanya pelantara orang lain. Pada
penelitian tindakan kelas ini teknik ini digunakan untk mendapatkan data tentang tingkat keberhasilam
penerapan metode demonstrasi pada materi
pokok pengurusan jenazah di Mts Negeri Majenang.
b.
Teknik
tes
Tes
adalah daftar pertanyaan atau lathan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur kecerdasan maupun pengetahuan,
keterampilan, kemampuan intelegensi, bakat, minat yang dimiliki oleh kelompok
atau individu. Metode ini digunakan untuk mendapatkandata tentang hasil belajar
siswa kelas IX Mts Negeri Majenang. Tes digunakan melalui teknik tes tertulis
yakni tes yang dilakukan setelah materi proses pembelajaran telah di sampaikan,
berupa tes pilihan ganda dan isay. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data
tentang partisipasi siswa dalam proses
belajar mengajar (pembelajaran) dan penerapan metode demonstrasi pada
pembelajaran fiqih.
c.
Teknik
Observasi
Observai
adalah suatu cara pengumpulan data yang tidak mengukur sikap dari responden
namun juga dapat digunakan sebagai perekam fenomena yang terjadi melalui
observasi partisipasi yaitu mengumpulkan data tentang partisipasi siswa dalam
proses belajar mengajar (pembelajaran)
materi pokok pengurusan jenazah
dan penerapan metode demonstrasi. Dengan menggunakan alat peraga yang
telah di demonstrasikan serta mengamati perjalannya proses pembelajaran yang
sedang berlangsung.
8.
Metode
Analisis Data
Dalam
menganalisis data tentang upaya peningkatan prestasi belajar siswa pada
pembelajaran fiqih materi pokok pengurusan jenazah melalui metode demonstrasi
kelas IX Mts Negeri Majenang.
Penulis
mengolah dan menganalisis data penelitian ini mengacu pada penelitian
kualitatif dengan langkah-langlah sebagai berikut.
1.
mengklasifikasikan
data, yaitu mengelompokkan data yang penulis peroleh di sekolah.
2.
mengkoding
data, penulis memberi kode pada setiap data hasil penelitian yang penulis
peroleh
3.
menganalisis
dan mempersentasekan, penulis menganalisis data yang penulis peroleh dari
penelitian kemudian penulis mempersentasikannya
4.
menafsirkan
data, penulis menafsirkan data penelitian yang penulis peroleh yaitu
keberhasilan atau ketidakberhasilanya, dan
menyimpulkan
hasil penelitian
9.
Instrumen Penelitian
Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, Rencana Pelaksanaan
Pembelajran (RPP), pedoman tes dan pedoman wawancara.
Pedoman Observasi
|
No
|
Unsur yang dinilai
|
Skor
|
Ket
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
Keaktifan
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Kesungguhan
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Partisipasi
|
|
|
|
|
|
(Depdiknas, 2003 :
12)
Keterangan: 4 = amat baik, 3 = baik,
2 = cukup, 1 = kurang
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS SATU
Mata
Pelajaran : FIQIH
Sekolah : MTS Negeri Majenang
Kelas/Semester : VIII/ganjil
Alokasi
Waktu : 4x 40 menit (2
x pertemuan)
A.
Standar Kompetensi
Melaksanakan tata cara pengurusan jenazah
B.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan ketentuan pengurusan
jenazah
C.
Indikator
a. Pengertian pengurusan jenazah
b. Tata cara pengurusan jenazah
c. Mengidentifikasi bentuk dan contoh
pengurusan jenazah
d. Menunjukan nilai-nilai positif dalam
pengurusan jenazah (manfaat)
e. Membiasakan perilaku saling
menghormati terhadap sesama termasuk menghormati mayat
D.
Tujuan Pembelajaran
Setelah menyimak konsep dan contoh pembelajaran pelaksanaan
pengurusan jenazah yang dipaparkan oleh
guru melalui metode demonstrasi, diharapkan siswa:
a. Mampu mengetahui tata cara pengurusan jenazah dengan baik
b. Mampu mempraktekan pengurusan jenazah sesuai dengan ketentuan-ketentuan
yang sesuai ( benar)
c. Mampu meningkatkan prestasi belajar siswa
pada pembelajaran materi fiqih
E.
Materi Ajar
1.
Objek
berupa suatu media dimensi spt boneka ataupun praktek secara langsung
2.
Ketentuan
dan langkah-langkah pengurusan jenazah
F.
Metode Pembelajaran
1.
Pendekatan
tindakan kelas
2.
Metode
demonstrasi
G.
Kegiatan Pembelajaran
1.
Kegiatan
awal
a.
Siswa
menjawab salam yang diucapkan oleh guru.
b.
Siswa
berdoa bersama sebelum pembelajaran dimulai.
c.
Siawa
melaporkan ketidakhadiran temannya.
d.
Siswa
menjawab pertanyaan dari guru tentang materi pembelajaran yang lalu sebagai
apersepsi dengan berani.
e.
Siswa
menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran, KKM, dan model
pembelajaran dengan penuh perhatian.
2.
Kegiatan
inti
a.
Siswa
menjawab pertanyaan guru yang berhubungan dengan pengetahuan sebelumnya mengenai
materi pengurusan jenazah
b.
Siswa
menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran denagn seksama.
c.
Guru
mengatur tempat duduk siswa yang memungkinkan untku semua siswa dapat
memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan
d.
Guru
menjelaskan mengenai tujuan yang harus di capai oleh siswa
e.
Guru
memberi tugas kepada siswa untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari
pelaksanaann demonstrasi
f.
Guru
memberikan pertanyaan-pertannyaan yang
mengandung sebuah teka teki untuk menarik memperhatikan demonstrasi
g.
Guru
menciptakan suasana yang tidak menegangkan (menyenangkan)
h.
Guru
mengawasi siswa supaya tetap mengikuti
jalannya demonstrasi dengan memperhatikan seluruh siswa
i.
Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut
sesuai dengan apa yang dilihatnya dari proses yang didemonstrasikan itu
3.
Kegiatan
penutup
a.
Guru
memberi tugas mengenai hal yang berhubungan dengan yang didemonstrasikan
b. Siswa dan guru melakukan evaluasi bersama dengan jalannya proses
demonstrasi itu untuk bahaan perbaikan selanjutnya.
c.
Guru
memberikan motivasi ataupun saran untuk siswa
d. Guru memberikan salam penutup pembelajaran kepada siswa dan siswa menjawab salamnya.
e.
Kegiatan
pembelajaran berakhir.
H.
Media dan Sumber Pembelajaran
Media pembelajaran :
Media visual dan media tiga dimensi
Sumber Pembelajaran :
Junaedi, Ahmad. 2008. Pendidikan Agama Islam Fiqih Untuk
Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: CV. Gema Nusa
Mahfudz, Ali. 2008. Fiqih
Untuk Madrasah Tsanawiyah. Surakarta: Udo Brothers
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
http://www.google.co.id/gwt/x?gl=ID&hl=id-ID&U=
I. Penilaian
1.
Prosedur : Sebelum, selama, dan setelah
pembelajaran.
2.
Jenis : Lisan dan tulisan
3.
Bentuk : pilihan ganda dab Essay
4.
Alat/instumen :
a.
Apersepsi
b.
Tes
awal
c.
Tes
proses
d.
Tes
akhir
J.
Kriteria Penilaian pembelajaran fiqih materi ajar penggurusan
jenazah
A. SOAL
PILIHAN GANDA 10
B. SOAL ISAI 5
Standar Penilaian
A.
Soal
pilihan ganda.
Jawaban benar x1 dan salah
nilainya nol ( 0)
Keterangan
Nilai maksimal pilihan ganda
adalah 10
B.
Uraian
Nilai maksimal issay adalah 5
Jumlah
nilai
Rumus =--------------------x 100
Nilai
maksimal
Catatan : Nilai maksimal =
15 ( 10 + 5 )
I.
Sistematika
Laporan Penelitian
Pada
penelitian tindakan kelas ini disusun dalam tiga bagian yang meliputi bagian
awal, bagian isi, dan bagian akhir. Adapun sistematika pada penelitia tindakan
ini adalah sebagai berikut:
BAB
I PENDAHULUAN
A.
latar
belakang masalah
B.
Rumusan
masalah
C.
Tujuan
penelitian
D.
Manfaaat
E.
Hipotesis
penelitian
BAB
II TELAAH PUSTAKA
A.
Metode
Demonstrasi.
B.
Prestasi
belajar siswa
C.
Pembelajaran
fiqih materi pengurusan jenazah
BAB III METODE PENELITIAN
A.
Jenis
penelitian
B.
Variabel
penelitian
C.
Desain
penelitian
D.
Langkah-langkah
penelitian
E.
Tempat
dan Waktu Penelitian
F.
Metode
Pengumpulan Data
G.
Metode
analisia data
H.
Instrumen
penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Data
Tentang Sekolah
B.
Variabel
C.
Persiapan
penelitian
D.
Hasil
penelitian
E.
Analisis
BAB
V PENUTUP
A.
Kesimpulan
saran.
B.
Penutup
J.
Daftar
pustaka
Junaedi, Ahmad. 2008. Pendidikan Agama Islam Fiqih Untuk
Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: CV. Gema Nusa
Mahfudz, Ali. 2008. Fiqih
Untuk Madrasah Tsanawiyah. Surakarta: Udo Brothers
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
http://www.google.co.id/gwt/x?gl=ID&hl=id-ID&U=




Tidak ada komentar:
Posting Komentar