Jumat, 12 Februari 2016

METODELOGI PENELITIAN “UPAYA MENINGKATAN PRESTASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI POKOK PENGURUSAN JENAZAH MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IX DI MTS NEGERI MAJENANG 2014”



METODELOGI PENELITIAN
“UPAYA MENINGKATAN PRESTASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN  FIQIH MATERI POKOK PENGURUSAN JENAZAH MELALUI METODE DEMONSTRASI  PADA SISWA KELAS IX DI MTS NEGERI MAJENANG 2014”

Proposal ini Diajukan Untuk Memenuhi  Salah Satu Tugas  Mata Kuliah Metodelogi Penelitian
Dosen Pengampu : Drs. H. Machfudin, M.Pd.lSTAIS 1.png





.

Disusun Oleh:
KAROMAH
Nim :  113050227
     SEMESTER  :  TARBIYAH/  6 (Enam)B


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG
2014


“UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI  BELAJAR SISWA
DALAM PEMBELAJARAN  FIQIH MATERI POKOK PENGURUSAN JENAZAH MELALUI METODE DEMONSTRASI  PADA SISWA KELAS IX DI MTS NEGERI MAJENANG 2014”
                                
A.  Latar Belakang Masalah
Agama Islam merupakan agama yang terakhir yang di bawakan oleh Nabi Muhammad SAW, untuk semua manusia telah mewajibkan bagi mereka saling hormat antar sesamanya, walaupun mereka berbeda etnis ataupun agama, sikap saling hormat menghormati ini bukan hanya kepada manusia itu hidup, bahkan ketika manusia itu sudah mati karena menghormati manusia yang sudah mati sama halnya kita menghormati manusia yang masih hidup. Rasulullah saw, telah menunjukan kepada kita bagaimana ketika mayat seorang yahudi berlalu dihadapannya, dan bagaimana beliau menyatakan rasa duka yang dalam ketika raja Najasyi ( seorang raja yang beragama kristen di Habasyah) meninggal dunia aka tetapi akan halnya kewajiban kaum muslimin terhadap sesama muslim yang meninggal dunia.
Mereka yang masih hidup mempunyai kewajiban terhadap hak-hak yang dimiliki oleh seseorang yang muslim yang meninggal. Bila mana kewajiban ini ditinggalkan dan tak seorang pun dari mereka yang memberikan hak-hak orang yang meninggal, maka orang muslim semua ditempat itu mendapatkan dosa kecuali jika ada sebagian dari mereka melaksanakan hak-hak orang yang meninggal, maka gugurlah dosa bagi semua. Sedangkan kenyataan dilapangan khususnya disekolahan masih banyak siswa  yang belum tahu bagai mana cara menghormati sesama muslim yang sudah meninggal yaitu dengan cara mengurus jenazah yang benar, serta belum tau bagai mana tata cara mengurusi jenazah mulai dari memandikan,mengkafani jenazah, menyalatkan jenazah serta menguburkan jenazah,
hal ini berdampak pada hasil mata pelajaran fiqih  yang beranggap bahwa mata pelajaran ini merupaan pelajaran yang sulit di tambah dengan bahan ajar yang tidak dimiliki siswa, sehingga berdampak dengan hasil mata pelajaran fiqih dengan hasil yang kurang memuaskan.
Dalam hal ini perlunya bahan ajar yang menarik yang dapat membuat siswa dapat paham dengan bahan materi yang diajarkan yaitu dengan perlunya menggunakan sebuah metode demonstrasi, untuk dapat mengilustrasikan apa yang diajarkan dan dapat mengikut aktifkan siswa sehingga sisa lebih terdorong semangat dengan matapelajaran fiqih.
Metode demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, dimana guru melakukan percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil tersebut di sampaikan dikelas dan dievaluasi oleh guru.metode ini juga melibatkan antara guru dan sisiwa ikut terlibat yaitu dengan cara praktek mengunakan peraga yang ditunjukan siswa dengan tunjukan kepada siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan apa yang telah diperollehya dan dapat mengatasi suatu permasalahan yang terjai sehubungan dengan yang sudah di demonstrasikan.
Berdasarkan dengan latar belakang penulisan diatas maka metode demonstrasi dapat dimanfaatkan dan memungkinkan guru dapat mengelolah kelas dengan lebih efektif dan efesien dan dapat memudahkan siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru dalam penelitian “upaya peningkatan prestasi siswa dalam pembelajaran  fiqih materi pokok pengurusan jenazah melalui metode demonstrasi  pada siswa kelas ix di Mts Negeri majenang 2014”

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, rumusa masalah penelitian ini yaitu:
1.    Bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih siswa kelas IX Mts Negeri Majenang 2014?
2.    Bagaimana penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran fiqih siswa kelas IX Mts Negeri Majenang?
3.    Apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa  pada pembelajaran fiqih materi pokok pengurusa jenazah di kelas IX Mts Negeri Majenang?

C.  Definisi Operasional
Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman terhadap pelaksanaan penelitian yang penulis laksanakan, penulis perlu menentukan variabel dalam penelitian ini secara operasional sebagai berikut:
1.    Peningkatan prestasi belajar siswa
Prestasi belajar siswa adalah suatu hasil yang diperoleh seseorang dengan kemampuan dan keterampilannya sehingga adanya perbedaan antara kemampuan seseorang dengan kemampua orang lain. Sedangkan penigkatan prestasi belajar siswa adalah: suatu usaha atau cara untuk menambah suatu kemampuan atau keterampilan seseorang melalui suatu  aktivitas yang telah dilakukanmelalui prosedur dan langkah-langkah yang baik dan benar.
2.    Pembelajaran Fiqih
Pembelajaran fiqih merupakan suatu program pendidikan  yang ada pada sekolah madrasah, yang wajb di sosialisasikan, diaktualisasikan dengan memakai sistem pembelajaran teori maupun praktek mengenai ibadah maupun muamalah melalui bimbingan, agar peserta didiik dapat memiliki kemampuan berpikir  kritis, rasional, dan kreatif.
3.    Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, dimana guru melakukan percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosessnya  serta melakukan praktek menggunakan peragaan yang di tunjukan pada siswa dengan tujuan supaya  siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan apa yang telah diperolehnya dan dapat mengatasi suatu permasalahan yang terjadi  sehubungan dengan yang sudah di demonstrasikan .

D.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IX  Mts Negeri Majenang ini adalah
1.    Guru dapat meningkatkan pemahaman sisiwa terhadap materi fiqih  meteri pokok pengurusan jenazah
2.    Dengan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa  terhadap  pembelajaran fiqih
Dengan tujuan tersebut peneliti tindakan kelas ini, diharapkan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut:
Manfaat bagi guru
1.    Metode demonstrasi dalam proses pembelajaran akan lebih memudahkan dalam menerangkan pokok materi pelajaran yang akan disampaikan
2.    Dapat memperbaiki metode-metode sebelumnya guna untuk memperbaiki suatu prestasi
Manfaat bagi siswa
1.    Siswa akan lebih aktif serta mampu memahami menerima bahan yang diajarkan dengan baik
2.    Hasil prestasi siswa mengenai pembelajaran fiqih meningkat
Bagi sekolah atau madrasah
1.    Sebagai upaya peningkatan  prestasi belajar siswa dan dapat menaikan citra sekolah atau madrasah



E.  Signifikansi penelitian
Sigfikansi penelitian mengandung arti meyakinkan atau berarti bahwa hipotesis yang telah terbukti pada sampel dapat diberlakukan pada populasi. Namun jika tidak signifikansikan berarti kesimpulan pada sampel dapat diberlakukan pada  populasi (tidak dapat digeneralisasikan)
Signifikansikan pada  penelitian ini adalah:
1.      Kegiatan Pembelajaran demonstrasi  pada siswa merupakan salah satu metode  yang harus dilakukan pada  kelas  IX MTS Negeri Majenang Tahun Ajaran 2013/2014.
2.      Metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan pembelajaran
3.      Metode pembelajaran  demonstrasi adalah salah satu metode  pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran  fiqih materi ajar pengurusan jenazah.
4.      Metode demonstrasi pada pembelajaran fiqih majeri ajar pengurusan jenazah dapat memberi siswa pengalaman untuk menemukan, menerapkan pengetahuan secara individu atau pun kelompok.

F.   Telaah pustaka 
A.  Tinjauan Teoritik Pembelajaran Demonstrasi
1.      Pengertian metode demonstrasi
Pengertian demonstrasi menurut Muhibin Syah adalah “metode” mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Model pembelajaran demonstrasi menurut Winarno seperti yang dikutip oleh Moedjiono, (1991: 73) metode demonstrasi adalah adanya seorng guru , orang luar atau siswa  yang diminta untuk memperlihatkan  suatu proses pada suatu kelas”. Sedangkan menurut Staton seperti yang dikutip moedjiono (1991: 74) metode demonstrasi merupakan metode  yang pertama kali digunakan oleh manusia gua, yaitu pada saat mereka menambahkan kayu  untuk memperbesar api unggun, sementara anak mereka melihat, dan memperhatikannya”.
2.      Kelebihan pembelajaran metode demonstrasi
Metode demonstrasi menurut Moedjiono (1991:75) menyatakan mempunyai banyak kelebihan- kelebihan antara ain adalah sebagai berikut:
a.    Memperkecil kemungkinan salah bila dibandingkan kalau siswa hanya membaca atau mendengar penjelasan saja, karena demonstrasi  memberikan gambaran konkrit yang memperjelas perolehan hasil belajar siswa dari hasil pengamatannya.
b.    Memungkinkan para siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan demonstrasi, sehingga memberikan kemungkinan yang benar bagi siswa yang memperoleh pengalaman-pengalaman langsungpeluang keterlibatan siswa memberikann kesempatan siswa mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan penghargaan dari teman-temannya.
c.    Memudahkan pemusatan perhatian siswa kepada hal-hal yang dianggap penting sehingga para siswa mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum mereka ketahui selama demonstrasi berjalan, jawaban dari pertanyaan dapat disampaikan oleh guru pada saat itu pula, metode demonstrasi dirasa sesuai untuk mengajarkan materi pembelajaran fikih materi ajar mengurusan jenazah, karena itu penilis menguji cobakan dikelas IX MTs Negeri Majenang sebagai proses menyusun proposal penelitian tindakan kelas.
3.      Kekurangan pembelajaran metode demonstrasi
Kekurangan pengunaan metode demonstrasi
a.    Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan persiapan yang matang, sehingga memerlukan waktu yang banyak,  tampa persiapan yang  memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga banyak memakan wakt yang banyak.
b.    Mendeonstrasi  dalam pelaksanaannya menyita biaya dan tenaga( jika memakai alat yang mahal) tidak semua hal dapat didemonstrasikan didalam kelas.
c.    Metode demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turun aktif dan suasana gaduh.`
d.   Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang husus, sehingga guru dituntut  untuk bekerja lebih profesional
4.      Langkah-langkah Dalam mengaplikasikan Metode Demonstrasi
Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif, ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, yang terdiri dari “perencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru lalu diikuti oleh murid dan diakhiri dengan adanya evaluasi”.  Adapun langkah tersebut sebagai berikut:
a.    Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada bebrapa hal yang harus dilakuakan antara lain adalah sebagai berikut:
a)    Rumusan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah demonstrasi berakhir. Tujuan ini meliputi bebrapa aspek seperti pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu.
b)   Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar didemonstrasikan diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan
c)    Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
b.    Tahap Pelaksanaan
a)    Langkah pembukaan
Sebelum didemonstrasikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
Ø Aturlah tempat duduk  yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
Ø Kemukakan tujuan apa  yang  harus dicapai oleh siswa.
Ø Kemukakan tugas-tugas apa yang dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi  
b)   Langkah pelaksanaan demonstrasi
Ø Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untk berfikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
Ø Ciptakan suasana yang menyejukan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
Ø Yakinkan jika semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan seluruh siswa.
Ø Berikan kesempatak kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
c)    Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri denganmemberikan tugan-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaann demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
B.  Prestasi belajar siswa
1)      Pengertian prestasi belajar
Prestasi belajar berasal dari kata” prestasi” dan” belajar”. Secara bahasa prestasi berasal dari kata balanda yaituprestatie, kemudian berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi prestasi berartii kemampuan. Jadi secara bahasa prestasi adalah suatu hasil yang diperoleh seseorang dengan kemampuan dan keterampilan sehingga adanya perbedaan antara kemampuan seorang  dengan kemampuan orang lain. Sedangkan secara terminologi prestasi adalah hasil yang diperoleh individu atau kelompok, melalu aktifitas yang telah dilakukannya melalui prosedur dan langkah-langkah yang baik dan benar.
Menurut Nana Sudjana( 2008:26) Bahwa prestasi belajar itu merupakan akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yakni berupa tes yang disusun secara terencana, baik tertulis, secara lisan maupun perbuatan.
Sedangkan menurut Nasution (206:29) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pegetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam pribadi individu yang belajar.
Dalam penelitian tindakan kelas ini, yang dimaksud prestasi belajar siswa adalah hasil nilai ulangan harian siswa  dalam mata pelajaran fiqih. Ulangan harian siswa ini bertujuan untuk memperbaiki modul, dan program pembelajaran juga sebagai pertimbangan dalam memberikan nilai terhadap siswa.
2)      Indikator prestasi belajar
Untuk dapat mengukur dan mengungkap hasil belajar, maka seharusnya kita mengetahui aspek mana saja yang menjadi indikatornya. Adapun yang menjadi indikator dari prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku siswa ( Nana Sudjana: 2002: 49). Pengukuran perubahan tingkah laku tersebut ialah berupa tes kemampuan dan tes perbuatan, dari hasil tes tersebut dapat dilakuakan klasifikasi prestasi dengan besar kecilnya nilai tes yang dihasilkan  sebagai acuan. Prestasi belajar ini dapat diketahui dengan melakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai materi atau belum. Prestasi belajar ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian (formatif) , nilai ulangan tegah semester( sub sumatif), dan nilai ulangan semester (sumatif).
3)      Faktor-faktor  yang mempengruhi prestasi belajar
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa materi ajar pengurusan jenazah terdiri dari dua dua bagian yaitu faktor internal dan eksternal.
a.    Faktor Internal
Adalah aspek yang terdapat dalam diri individu yang belajar baik aspek fisiologis (fisik) maupun aspek psikologis (psykis). Menurut Slameto (1995:54) yang termasuk aspek fisiologis adalah faktor kesehatan dan cacat tubuh . sedangkan aspek psykis (psykologis) meliputi: interlegensi, perhatin, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
b.    Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah seluruh aspek yang terdapat diluar diri individu yang belajar, menurut Muhibbin Syah ( 1995: 137) meliputi tiga faktor yaitu:
1)   Faktor keluarga
2)   Faktor sekolah
3)   Lingkungan dan sosial
C.  Pembelajaran fiqih materi” Pengurusan Jenazah”
Pembelajaran fiqih adalah suatu pembelajaran yang harus ada pada madrasah baik itu tingkatan madrasah ibtidaiyah maupun tingkatan madrasan tsanawiyah dan  madrasah aliyah dan lain sebagainya
1.      Pengertian pengurusan jenazah
Jenazah adalah jazad seseorang yang telah meninggal dunia. Kematian adalah kepastian. Setiap yang hidup dipastikan akan mati. Islam menghormati manusia sejak masih hidup hingga kematiannya. Penghormatan itu diaplikasikasikan menjadi kewajiban bagi kaum muslimuntuk melakukan perawatan jenazah yang meliputi memandikan mengkafani mensolati dan megubur. Meskipun sudah menjadi suatu keharusan syar’i tak semua orang  mampu melakukan perawatan jenazah dengan baik dan sesuai dengan tuntunan Rasullullah saw, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati kemudian hanya kepada kami kamu dikembalikan, ( Qs. Alquran’ankabuut  ayat 57) ayat tersebut menjelaskan bahwa kita yang hidup didunia akan merasakan mati. Namun kenyataannya banyak manusia yang terbuai dengan kehidupan dunia sehingga hampir melupakan tujuan hidup yang sebenarnya, hal ini juga membuat manusia tidak banyak yang mengingat tentang kematian. Yang jadi permasalahan sekarang adalah, tidak ada manusia satupun yang ketika mati kemudian berangkat sendiri menuju ke liang kuburnya. Tentu saja hal ini adalah menjadi kewajiban bagi orang yang masih hidup, terutama keluarga yang yang di tinggalkanya untuk mengurusnya sampai menguburkannya. Merawat jenazah adalah hukumnya wajib kifayah, namunsetiap orang tentunya wajib mengetahui peraturan bagaimana merawat jenazah yang sesuai dengan tuntunan agama Islam karena kewajiban merawat jenazah yang pertama adalah keluarga terdekat, apalagi yang meninggal adalah orang tua atau anak kita.kalau kita tidak bisa merawatnya sampai menguburkannya berarti kita tidak birulwalidainberarti berbakti kepada kedua orangtua kita.
2.      Tata cara pengurusan jenazah
1)   Memandikan
Sebagaimana mandi wjib, tata cara memandikan jenazah pun dimulai berbiat, kemudian mendudukanya, menyiramkan air keseluruh tubuhnya, menghilangkan najis, dan seterusnya.
2)   Mengkafani
Terdapat sebuah perbedaan antara jenazah laki-laki dan jenazah perempuan dalam hal mengkafani untuk jenazah laki-laki, kain kafan digunakan berjumlah tiga lapis, yang setiap lapisan berukuran sama, yaitu sampai menutupi seluruh badan jenazah. Sedangkan untuk jenazah perempuan kain kafan yang digunakan sebanyak lima lapis, yang terdiri dari kain bawahan (semacam jait tampa jahitan) untuk menutupi sekitar kemaluan jenazah, tutup kepala, kerudung atau cadar yang terakhir kain yang dapat menutupi seluruh badan jenazah.
3)   Menyalatkan jenazah
Jenazah yang di solatkan ialah jenazah muslim yang meninggal bukan karena perang membel agama atau perang melawan orang kafir, orang yang meninggal karena membela agama langsung dikubur
a.    Syarat dan rukundhalat jenazah
a)    Syarat-syarat shalat jenazah
Ø Suci dari hadas dan najis
Ø Menutup aurat
Ø Menghadap kiblat
Ø Jenazah telah dimandikan terlebih dahulu serta dikafani
Ø Latakan jenazah disebelah kiblat orang yang meshalatkan, kecuali jenazah ghaib yakni shalat yang jenazahnya tidak ada didepan orang yang mensholatkan.
b)   Rukun shalat jenazah
Ø Niat
Ø Berdiri bagi yang kuasa
Ø Takbir empat kali diawali dengan takbiratul ihram
Ø Membaca surat al-fatihah sesudah takbiratul ihram
Ø Membaca shalawat setelah takbir kedua
Ø Membaca doa setelah takbir ketiga dan keempat
Ø salam
4)   Menguburkan jenazah
Jenazah dikubur dsetelah disalatkan. Mengubur jenazah berarti memasukan jenazah ke liang lahat yang telah disediakan. Menguburkan jenazah hendaknya disegarakan. Karena sesuai dengan sabda Nabi saw.
3.      Manfaat pengurusan jenazah
1)   Manfaat shalat jenazah
Ø Jenazah yang disolati mendapat ampunan dosa
Ø Orang yang melaksanakan solat jenazah juga mendapatkan pahala.
Sedangkan manfaat mengurusi jenazah secara umum adalah

G.  Hipotesis Tindakan
 Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban atau kesimpulan sementara yang masih diuji data-data yang terkumpul melakukan kegiatan penelitian. Pada hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah  sebagai berikut:
Dengan penggunaan metode demonstrasi  dapat meningkatakan prestasi belajar sisiwa pada pembelajaran fiqih materi pokok pengurusan jenazah pada sisiwa kelas IX MTs Negeri Majenang 2014

H.  Metode Penelitian
1.    Jenis Penelitian
Penelitian dalam proposal penelelitian tindakan kelas ini adalah penelitian tindakan kelas dan termasuk kedalam peneliti kualitatif yaitu membuat deskripsi tentang penggunaan pembelajaran demonstrasi terhadap materi ajar pengurusan jenazah melalui pendekatan penelitian tindakan kelas
2.    Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini terdiri atas dua variabel, yakni variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas penelitian ini adalah metode demonstrasi  dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran fiqih, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan siswa MTS kelas  IX  MTS  Negeri  Majenang Tahun Ajaran 2013/2014 dalam materi ajar pengurusan jenazah
3.    Desain Penelitian
        Sejalan dengan model penelitian ini desain penelitian yang penulis gunakan adalah desain penelitian tindakan kelas. Dalam hal ini penulis menggunakan desain penelitian yang dikemukakan Heryadi (2007: 64) yang dapat dilihat pada gambar desain di bawah ini.










 Desain Penelitian yang penulis tulis menggunakan model PTK yang dikemukakan Heryadi (2007: 64)
SIKLUS 1     

                              
Rencana tindakan
Analisi dan refleksi








 






Deskripsi hasil tindakan


 
                                                                                                                                                      
                                                                         


                                      
Pelassanaan tindakan                        Rencana tindakan ulang




Adapun penelitian ini akan dilaksanakan dalam beberapa siklus dibawah ini:
SIKLUS I
     I.     Perencanaan
Peneliti bersama guru fiqih berdiskusi berkaitan dengan bagaimana proses belajar mengajar, hasil belajar, hambatan-hambatan, dan hal-hal yang sering terjadi dikelas sebagai bahan pertimbangan peneliti untuk mengetahui keadaan awal siswa
§  Peneliti bersama guru menyusun RPP yang telah disesuaikan dengan model yang disesuaikan.
§  Peneliti melakukan survey kelas yang akan diteliti,melihat keadaan dan statistik siswa yang dijadikan sebagai subjek penelitian
§  Peneliti mengkaji silabus dan RPP yang berkaitan dengan materi yang diteliti untuk menentukan tindakan  yang akan dilakukan dalam proses penelitian
§  Penyusun menyusun naskah yang akan diperagakan oleh dalam proses implementasi pembelajaran demonstrasi   
  II.     Tindakan
§  Peneliti bersama guru didalam proses belajar mengajar kemudian bersama-sama memberikan penjelasan dan meeneranngkan berbagai proses pembelajaran demonstrasi dilakukan
§  Peneliti dan guru mempersiapkan , serta langsung mendemonstrasikan materi pengurusan jenazah yang telah disampaikan sebelunya
III.     Observasi
§  Siswa melaksanakan peragaan yang telah disemonstrasikan  oleh guru
§  Setiap kejadian dalam proses demonstrasi menjadi catatan-catatan bagi peeliti dan penyempurnaan untuk perbaikanselanjutnya

IV.     Refleksi
§  Catatan-catatan penting penelitian dikaji sebagai bahan untuk menetukan tindakan lanjutan penelitian
§  Peneliti membagi tes untuk siswa kemudian siswa mengerjakan
§  Hasil tes diklasifikasikan antara nilai yang mencapai mencapai KKM dari seluruh anggota kelas
§  Peneliti menghitung nilai yang mencapai KKM 7,5

SIKLUS 2
Analisia Dan Refleksi                          Rencana Tindakan


 



Deskripsi hasil tindakan


 





Pelaksanaan tindakan                     Rencana tindakan ulang





SIKLUS II
     I.     Perencanaan
§  Peneliti melakukan evaluasi siklus I yaitu dengan mencari hal-hal yang perlu menyempurnakan seperti hasil dari demnstrasi
§  Peneliti bersama guru menyusun RPP kembali yaang merupakan penyempurnaan bagi RPP sebelumnya
§  Peneleliti mengulangi pembelajarandemonstrasi secara maksimal
  II.     Tindakan
§  Menyiapkan siswa untuk mepraktekan apa yang telah di demonstrasikan
§  Peneliti dan guru mempersiapkan , serta langsung mendemonstrasikan materi pengurusan jenazah yang telah disampaikan sebelunya
III.     Observasi
§  Peneliti mengamati setiap hal yang menjadi subtansi dalam penelitian
§  Peneliti mendokumentasi kegiatan belajar yang di demonstrasikan dengan baik dalam bentuk catatn, foto, vidio dan lain-lain
IV.     Refleksi
§  Peneliti menyusun soal tes untuk mengukur daya serap siswa
§  Peneliti melakukan penghitungan presentasi siswa yang lulus KKM
§  Peneliti Bersama Guru Mengkaji Hal-Hal Yang Mempengaruhi  Pemahaman proses pembelajaran yang telah berlangsungan pada pembelajaran fiqih materi ajar pengurusan jenazah
4.    Langkah-langkah Penelitian
Penulis melaksanakan penelitian ini melalui langkah-langkah desain penelitian yang dikemukakan Heryadi (2008: 58) sebagai berikut.
a.       Mengenali masalah dalam pembelajaran.
b.      Memahami akar masalah pembelajaran.
c.       Menetapkan tindakan yang akan dilakukan.
d.      Menyusun program rancangan tindakan
e.       Melaksanakan tindakan
f.       Deskripsi keberhasilan.
g.      Analisis dan Refleksi.
h.      Membuat keputusan.
Melalui langkah-langkah tersebut penulis melaksanakan penelitian ini dengan menggunakan model penelitian tindakan kelas.
5.     Tempat dan waktu  Penelitian 
Penulis melaksanakan penelitian ini di MTS Negeri Majenang Tahun ajaran 2013/2014. Waktu penelitian penulis laksanakan mulai bulan Desember 2013, Januari, Februari 2014. Untuk lebih jelasnya, penulis jabarkan rencana penelitian yang akan penulis laksanakan pada jadwal berikut ini.
       No
Nama Kegiatan
Juni
2013
Januari
 2014

     Februari
2014
Maret
2014
















1
Menyusun Proposal Penelitian
















2
Seminar Proposal
















3
Menyusun Out Line
















4
Melakukan Penelitian
















5
Pengolahan Data
















6
Penulisan Skripsi
















7
Ujian Sidang

















6.    Sumber data
a.    Subjek Penelitian
Yang menjadi subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX MTS Negeri Majenang yang berjumlah 38 orang siswa yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 30 orang siswa perempuan.
b.    Objek penelitian
Pada penelitian yang menjadi objek adalah cara proses pengurusan jenazah melalui  praktek dari cara memandikan, mengkafani, menyolati, dan mengkuburkan.
7.    Metode Pengumpulan Data
Untuk mengumpulka data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknis, yaitu:
a.       Teknik wawancara langsung adalah suatu proses tanya jawab yang dilakukan oleh konselor dengan klien, guna ingin mengetahui informasi mengenai data yang diteliti yang dilakukan sesuai dengan pedomannya tampa adanya pelantara orang lain. Pada penelitian tindakan kelas ini teknik ini digunakan untk  mendapatkan data tentang tingkat keberhasilam penerapan metode demonstrasi  pada materi pokok pengurusan jenazah di Mts Negeri Majenang.
b.      Teknik tes
Tes adalah daftar pertanyaan atau lathan atau alat lain yang digunakan untuk  mengukur kecerdasan maupun pengetahuan, keterampilan, kemampuan intelegensi, bakat, minat yang dimiliki oleh kelompok atau individu. Metode ini digunakan untuk mendapatkandata tentang hasil belajar siswa kelas IX Mts Negeri Majenang. Tes digunakan melalui teknik tes tertulis yakni tes yang dilakukan setelah materi proses pembelajaran telah di sampaikan, berupa tes pilihan ganda dan isay. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang partisipasi siswa  dalam proses belajar mengajar (pembelajaran) dan penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran fiqih.
c.       Teknik Observasi
Observai adalah suatu cara pengumpulan data yang tidak mengukur sikap dari responden namun juga dapat digunakan sebagai perekam fenomena yang terjadi melalui observasi partisipasi yaitu mengumpulkan data tentang partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar (pembelajaran)  materi pokok pengurusan jenazah  dan penerapan metode demonstrasi. Dengan menggunakan alat peraga yang telah di demonstrasikan serta mengamati perjalannya proses pembelajaran yang sedang berlangsung.          
8.    Metode Analisis Data
Dalam menganalisis data tentang upaya peningkatan prestasi belajar siswa pada pembelajaran fiqih materi pokok pengurusan jenazah melalui metode demonstrasi kelas IX Mts Negeri Majenang.
Penulis mengolah dan menganalisis data penelitian ini mengacu pada penelitian kualitatif dengan langkah-langlah sebagai berikut.
1.      mengklasifikasikan data, yaitu mengelompokkan data yang penulis peroleh di sekolah.
2.      mengkoding data, penulis memberi kode pada setiap data hasil penelitian yang penulis peroleh
3.      menganalisis dan mempersentasekan, penulis menganalisis data yang penulis peroleh dari penelitian kemudian penulis mempersentasikannya
4.      menafsirkan data, penulis menafsirkan data penelitian yang penulis peroleh yaitu keberhasilan atau ketidakberhasilanya, dan
menyimpulkan hasil penelitian
9.    Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, Rencana Pelaksanaan Pembelajran (RPP), pedoman tes dan pedoman wawancara.
Pedoman Observasi
No
Unsur yang dinilai
Skor
Ket
1
2
3
4
1
Keaktifan





2
Kesungguhan





3
Partisipasi





           (Depdiknas, 2003 : 12)
            Keterangan: 4 = amat baik, 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS SATU
Mata Pelajaran                    : FIQIH
Sekolah                                 : MTS Negeri Majenang
Kelas/Semester                     : VIII/ganjil
Alokasi Waktu                     : 4x 40 menit (2 x pertemuan)

A.    Standar Kompetensi
Melaksanakan tata cara pengurusan jenazah
B.     Kompetensi Dasar
Menjelaskan ketentuan pengurusan jenazah
C.    Indikator
a.       Pengertian pengurusan jenazah
b.      Tata cara pengurusan jenazah
c.       Mengidentifikasi bentuk dan contoh pengurusan jenazah
d.      Menunjukan nilai-nilai positif dalam pengurusan jenazah (manfaat)
e.       Membiasakan perilaku saling menghormati terhadap sesama termasuk menghormati mayat
D.    Tujuan Pembelajaran
Setelah menyimak konsep dan contoh pembelajaran pelaksanaan pengurusan jenazah yang dipaparkan  oleh guru melalui metode demonstrasi, diharapkan siswa:
a.       Mampu mengetahui tata cara pengurusan jenazah dengan baik
b.      Mampu mempraktekan pengurusan jenazah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang sesuai ( benar)
c.       Mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran materi fiqih
E.     Materi Ajar
1.      Objek berupa suatu media dimensi spt boneka ataupun praktek secara langsung
2.      Ketentuan dan langkah-langkah pengurusan jenazah
F.     Metode Pembelajaran
1.      Pendekatan tindakan kelas
2.      Metode demonstrasi
G.    Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan awal
a.       Siswa menjawab salam yang diucapkan oleh guru.
b.      Siswa berdoa bersama sebelum pembelajaran dimulai.
c.       Siawa melaporkan ketidakhadiran temannya.
d.      Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang materi pembelajaran yang lalu sebagai apersepsi dengan berani.
e.       Siswa menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran, KKM, dan model pembelajaran dengan penuh perhatian.
2.      Kegiatan inti
a.       Siswa menjawab pertanyaan guru yang berhubungan dengan pengetahuan sebelumnya mengenai materi pengurusan jenazah
b.      Siswa menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran denagn seksama.
c.       Guru mengatur tempat duduk siswa yang memungkinkan untku semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan
d.      Guru menjelaskan mengenai tujuan yang harus di capai oleh siswa
e.       Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaann demonstrasi
f.       Guru memberikan pertanyaan-pertannyaan  yang mengandung sebuah teka teki untuk menarik memperhatikan demonstrasi
g.      Guru menciptakan suasana yang tidak menegangkan (menyenangkan)
h.      Guru mengawasi  siswa supaya tetap mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan seluruh siswa
i.        Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihatnya dari proses yang didemonstrasikan itu
3.      Kegiatan penutup
a.   Guru memberi tugas mengenai hal yang berhubungan dengan yang didemonstrasikan
b.  Siswa dan guru melakukan evaluasi bersama dengan jalannya proses demonstrasi itu untuk bahaan perbaikan selanjutnya.
c.   Guru memberikan motivasi ataupun saran untuk siswa
d.  Guru memberikan salam penutup pembelajaran  kepada siswa dan siswa menjawab salamnya.
e.   Kegiatan pembelajaran berakhir.

H.    Media dan Sumber Pembelajaran
Media pembelajaran                : Media visual dan media tiga dimensi
Sumber Pembelajaran              :
Junaedi, Ahmad. 2008. Pendidikan Agama Islam Fiqih Untuk Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: CV. Gema Nusa
Mahfudz, Ali. 2008.  Fiqih Untuk Madrasah Tsanawiyah. Surakarta: Udo Brothers
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
http://www.google.co.id/gwt/x?gl=ID&hl=id-ID&U=

I.       Penilaian
1.      Prosedur          : Sebelum, selama, dan setelah pembelajaran.
2.      Jenis                : Lisan dan tulisan
3.      Bentuk                        : pilihan ganda dab Essay
4.      Alat/instumen  :          
a.       Apersepsi
b.      Tes awal
c.       Tes proses
d.      Tes akhir
J.      Kriteria Penilaian pembelajaran fiqih materi ajar penggurusan jenazah
A.    SOAL PILIHAN GANDA 10
B.     SOAL ISAI 5
Standar Penilaian
A.    Soal pilihan ganda.
Jawaban  benar  x1  dan   salah  nilainya nol ( 0)
Keterangan
Nilai maksimal pilihan ganda  adalah 10
B.     Uraian
Nilai maksimal issay adalah 5

                  Jumlah nilai
Rumus =--------------------x 100
                  Nilai maksimal

Catatan : Nilai maksimal =   15  ( 10 + 5 )

I.     Sistematika Laporan Penelitian
Pada penelitian tindakan kelas ini disusun dalam tiga bagian yang meliputi bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Adapun sistematika pada penelitia tindakan ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
A.      latar belakang masalah
B.       Rumusan masalah
C.       Tujuan penelitian
D.      Manfaaat
E.       Hipotesis penelitian
BAB II  TELAAH PUSTAKA
A.      Metode Demonstrasi.
B.       Prestasi belajar siswa
C.       Pembelajaran fiqih materi pengurusan jenazah
BAB III METODE PENELITIAN
A.      Jenis penelitian
B.       Variabel penelitian
C.       Desain penelitian
D.      Langkah-langkah penelitian
E.       Tempat dan Waktu Penelitian
F.        Metode Pengumpulan Data
G.      Metode analisia data
H.      Instrumen penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.      Data Tentang Sekolah
B.       Variabel
C.       Persiapan penelitian
D.      Hasil penelitian
E.       Analisis
BAB V  PENUTUP
A.      Kesimpulan saran.
B.       Penutup

J.    Daftar pustaka
Junaedi, Ahmad. 2008. Pendidikan Agama Islam Fiqih Untuk Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: CV. Gema Nusa
Mahfudz, Ali. 2008.  Fiqih Untuk Madrasah Tsanawiyah. Surakarta: Udo Brothers
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
http://www.google.co.id/gwt/x?gl=ID&hl=id-ID&U=
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar