MAKALAH
UPAYA PEMBINAAN TERHADAP KEPRIBADIAN GURU
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Kepribadian Guru
Dosen Pengampu : Kartika Wanojaleni
![]() |
Disusun oleh :
1.
Karomah
2.
Rohimahtun
Hasanah
3.
Septi
Andiani
4.
Siti
Yuliatu
Kelas : Tarbiyah 5 B
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI
(STAIS) MAJENANG
Jl.
KH. Sufyan Tsauri Po Box 18 Cigaru - Cibeunying Telp. ( 0280 ) 623562
Majenang
53257 Cilacap
TAHUN AKADEMIK 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke
hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya penulis bisa
menyelesaikan makalah Kepribadian Guru dengan judul “Upaya Pembinaan
Terhadap Kepribadian Guru ”, makalah
ini diajukan guna memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Kepribadian guru.
Dengan disusunnya makalah ini
diharapkan mahasiswa dapat memahami point-point dari isi pembahasan tentangKepribadian Guru khususnya tentang
upaya- upaya pembinaan terhadap kepribadian guru. Penulis juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini sehingga dapat diselesaikan tepat pada waktunya.Kami juga menyadari makalah
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan
informasi bagi yang membacanya dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan
peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Amin..
Penyusun,
DAFTAR ISI
Halaman .............................................................................................................. i
Kata
Pengantar ..................................................................................................... ii
Daftar
Isi .............................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUN
A.
Latar Belakang.............................................................................. 1
B.
RumusanMasalah........................................................................... 1
C.
TujuandanManfaat …………………………………………...... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pembinaan
dan penilaian kepribadian guru melalui atasan............ 3
C. Pembinaan
mandiri guru dengan pengkajian pustaka.................... 9
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan .......................................................................................... 10
Saran ………………………………………………………………... 10
Daftar
Pustaka ...................................................................................................... 11
Melalui
Penilaian dan Pembinaan oleh Atasan
I. Kepala Sekolah
Unit sumber daya manusia ini bertanggung jawab untuk
mengidentifiksi individu-individu yang berkualitas secara profesional yang
memiliki nialai atau unsur-unsur: sikap dan kecakapan yang mengisyartkan untuk
mengembangkan dan tercapainya tujuan organisasi/sekolah, sejalan dengan harapan
(ekspektasi) dari para individu yang merupakan motivasi mengapa mereka
mengabdikan diri untuk kepentingan organisasi/sekolah.
Ada lima tahap peranan kunci kepala sekolah yaitu:
- Identifikasi staf
Merupakan
tahap pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf apakah
derajat kepribadian, keinginan atau harapan, motivasi serta keahlian yang
dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau pekerjaan/kedudukan yang akan diberikan
kepada mereka. Identifikasi dibedakan menjadi dua yaitu:
- Rekruitmen, merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima.
- Seleksi, merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya, seperti: kepribadian, kebutuhan atau harapan, motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan khusus yang ditugaskan.
- Penempatan
Tujuan pokok penemptn dalah mencari
kepastian secara maksimal, yaitu kesesuaian antara jabatan/tugas yang harus
diisi dengan karakteristik pribadi para individu (guru yang baru).
Penempatan guru meliputi: penempatan
guru baru, penempatan kembali guru, dan penempatan guru yang berbeda-beda. Guru
baru harus menerima tugas secara adil sehingga keberhasilan tugas mengajar
tidak dalam keadaan yang membahayakan (jeopardized). Penempatan kembali para
guru terjadi untuk mengoreksi kesalahan penempatan dan bertujuan untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari para guru.
- Penyesuaian Diri (Staff Orientation)
Merupakan proses secara terus
menerus yng memuli dengan wawancara, rekruitmen dn berkhir dengan asosiasi
profesional pegawai dengan sekolah.
Tujuan utama penyesuaian/orientasi
adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan berdaptasi pada
harapan, peran dan mengembangkan satu perasaan ikut memiliki dan mengenali
sekolah serta masyarakat.
- Evaluasi Para Guru
Evaluasi mencakup penilaian terhadap
tingkat penampilan dari masing-masing anggota dewan guru dalam mencapai hasil
yang diharapkan. Berdasarkan prosesnya, evaluasi meliputi:
- Waktu evaluasi (when evaluate)
Evaluasi
guru dimulai sejak awal guru yang bersangkutan melaksanakan tugas mengajar
sampai guru yang bersangkutan berhenti tidak mengajar.
- Mengapa evaluasi perlu diadakan (why evaluated)
Ada beberapa
alasan pokok mengapa guru-guru perlu dievaluasi, meliputi:
1.
- Menyesuaikan hasil yang diinginkan dan sasaran .
- Memodifikasi prosedur
- Menentukan cara-cara yang baru dalam melaksanakan prosedur.
- Memperbaiki penampilan individu.
- Mendukung informasi demi modifikasi penempatan.
- Melindungi individu-individu atau persekolahan.
- Memberikan penghargaan yang penampilannya superior.
- Memberikan basik/landasan perencanaan karir dan pertumbuhan setra pengembangan pribadi.
- Memvalidasi proses seleksi.
- Memberikan fasilitas pribadi
- Apa yang dievaluasi (what to evlute)
Pokok-pokok
sasaran penilaian (items) yang biasanya tercantum dalam instrumen penilaian
meliputi:
- Metodologi mengajar (teaching metodology)
- Pengelolaan kelas (classroom mangement)
- Pengetahuan isi/kadar muatan (knowledge of content)
- Hubungan antar pribadi (interpersonal relation)
- Tingkat pertumbuhan profesional (eatent of profesional growth)
- Bagaimana evaluasi dilaksanakan (how to evaluate)
Evaluate
dilakkukan dengan beberapa cara yaitu:
- Penggunaan instrumen dan proses
- Dengan skala prioritas dan check list.
- Metode pernyataan yang bersifat cerita.
- Hallo-effeck
- Perbaikkan Guru dan Program Pendidikan
Inti
perbaikkan guru adalah:
- Kunjungan kelas (mempersiapkan staf pengajar, pertemuan sebelum mengajar, kunjungan observasi, pertemuan setelah kunjungan
- Obeservasi
- Pertemuan individual
- Kunjungan sekolah
- Keanggotaan dalam asosiasi profesi
- Perpustakaan profesional
- Supervisi guru bantu
- Program pelatihan inservice
( Wahjo Sumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002. hlm.276-287)
II. Supervisor
Supervisor adalah orang yang
menjalankan supervisi. Supervisi adalah aktifitas menentukan
kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan
pendidikan. Sehubungan dengan itu, maka kepala sekolah aebgai supervisor
berarti bahwa kepala sekolah hendaknya pandai meneliti, mencari dan menentukan
syarat-syarat yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tuyjuan
pendidikan tercapai secara maksimal.
Dalam melaksanakan tugasnya
sebagai supervisor, kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai
berikut:
- Supervisi harus bersifat konstruktif dan kreatif sehingga menimbulkan dorongan untuk bekerja.
- Realistis dan mudah dilaksanakan.
- Menimbulkan rasa aman bagi guru/karyawan.
- Berdasarkan hubungan profesional.
- Harus mempertimbangkan kesanggupan dan sikap guru/pegawai.
- Tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan kegelisahan bahkan sikap antipati dari guru.
- Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan, pangkat, kedudukan dari keuasaan pribadi.
- Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan (supervisi berbeda dengan inspeksi).
- Supervisi tidak terlalu cepat mengharap hasil
- Supervisi hendaknya bersifat prefektif, korektif, dan kooperatif
Sebagai implikasi tugas
supervisor, beberapa hal yang perlu dilakukan kepala sekolah sebagai pemimpin
yaitu:
- Mengetahui keadaan/kondisi guru dalam latar belakang kehidupan lingkungan dan sosial ekonominya, hal ini penting untuk tindakan kepemimpinannya.
- Merangsang semangat kerja guru.
- Mengusahakan tersedianya fasilitas yang diperlukan untuk mengembangkan kemacmpuan guru.
- Meningkatkan partisipasi guru dalam kehidupan sekolah.
- Membina rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah antara kepala sekolah, guru, pegawai.
- Mempercepat hubungan sekolah dengan masyarakat.
(Suryobroto, Menejemen
Pendidikan di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004. hlm. 187-188)
Supervisi merupakan kegiatan
kooperatif dengan mengikutsetakan orang yang disupervisi, agar menyadari
kekurangan dan kelemahan diri sendiri untuk kemudian berusaha memperbaikinya,
baik dengan bantuan atau tanpa bantuan orang lain. Guna mengapai tujuan itu,
supervisi pendidikan dapat dilakuikan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Orientasi dan Penyesuaian
Guru-guru pada Situasi Baru.
Orientasi pada saat permulaan bekerja dalam menghadapi situasi baru dengan
petunjuk pimpinan atau orang yang ditugaskan (supervisor) akan menimbulkan rasa
senang karena merasa m,endapat pengakuan sebagai bagian/anggota dalam suatu
lingkungan/organisasi yang masih asing. Dengan demikian akan timbul dan terbina
kemampuan bekerja secara maksimal. Orientasi dan penyesuaian itu antara lain:
- Orientasi personal, berupa perkenalan dan ramah tamah dengan menjelasksn tugas dari tingkat yang terendah sampai yang tertinggi di dalam dan di luar organisasi/lembaga.
- Orientasi terhadap program, berupa usaha menjelaskan rencana-rencana dan kegiatan yang telah sedang dan akan dilakukan di lingkungan organisasi.
- Orientasi terhadap fasilitas, berupa penjelsan tentang fasilitas yang dapat dipergunakan dalam meningkatrkan efisiensi tugas guru baru tersebut.
- Orientasi lingkungan berupa kegiatan memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah.
2. Rapat Dewan Guru dan Diskusi
Staf Guru
Kegiatan ini
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan guru, karena guru
dapat mengemukakan pendapat/saran.
3. Kunjungan Kelas dan Kunjungan
Sekolah
Melalui kegiatan ini diharapkan para guru memperoleh pengalaman baru guna
meningkatkan kecakapannya dalam menjalankan tugas. Kunjungan kelas/sekolah
berarti kunjungan supervisor/kepala sekolah kepada guru-guru yang disupervisi.
4. Pertemuan Individual dan
Pertemuan Kelompok
Dalam hal ini seorang supervisor harus menempatkan dirinya sebagai
penasehat yang bertugas menunjukan jalan atau cara-cara penyelesaian suatu
masalah yang dihadapi oleh guru.
5. In-Service Training
Merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru
dalam bidang tertentu sesuai dengan tugasnya, agar dapat meningkatkan efisiensi
dan produktifitas dalam melakukan tugas-tugas tersebut.
Agar kegiatan supervisi
pendidikan berjalan dengan lancar, seorang supervisor dapat menggunakan
berbagai alat bantu, antara lain:
- Perpustakaan profesional dan perpustakaan sekolah.
Dengan
perpustakaan tersebut, setiap guru dapat menambah pengetahuan dan keterampilan.
Supervisor harus mendorong agar di lingkungan lembaga pendidikan/sekolah
diselenggarakan perpusakaan dengan koleksi buku-buku yang up to date.
- Buku kurikulum/rencana pelajaran dan buku pegangan guru.
Berdasarkan
kurikulum seorang guru harus dilengkapi dengan sejumlah buku pegangan agar
dapat menjalankan tugasnya dengan baik..
- Buletin pendidikan dan buletin sekolah.
Seorang
supervisor harus berusaha agar seorang guru yang disupervisi mendapat
kesempatan membaca guna mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya.
- Penasehat ahl dan resource person
Staf ahli dapat memberikan bantuan
dalam menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi oleh guru. Jika tidak tersedia
staf ahli, maka supervisor dapat meminta bantuan kepada siapapun di luar
lembaga pendidikan (resource person).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar