Jumat, 12 Februari 2016

MAKALAH UPAYA PEMBINAAN TERHADAP KEPRIBADIAN GURU



MAKALAH
UPAYA PEMBINAAN TERHADAP KEPRIBADIAN GURU

Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Kepribadian Guru
Dosen Pengampu : Kartika Wanojaleni



 









Disusun oleh      :
1.      Karomah
2.      Rohimahtun Hasanah
3.      Septi Andiani
4.      Siti Yuliatu
 Kelas     :  Tarbiyah 5 B

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI
(STAIS) MAJENANG
Jl. KH. Sufyan Tsauri Po Box 18 Cigaru - Cibeunying Telp. ( 0280 ) 623562
Majenang 53257 Cilacap
TAHUN AKADEMIK 2013

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya penulis bisa menyelesaikan makalah Kepribadian Guru dengan judul “Upaya Pembinaan Terhadap Kepribadian Guru ”,  makalah ini diajukan guna memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Kepribadian guru.
Dengan disusunnya makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami point-point dari isi pembahasan tentangKepribadian Guru khususnya tentang upaya- upaya pembinaan terhadap kepribadian guru. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat diselesaikan tepat pada waktunya.Kami juga menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi yang membacanya dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Amin..




Penyusun,













DAFTAR ISI

Halaman  .............................................................................................................. i
Kata Pengantar ..................................................................................................... ii
Daftar Isi .............................................................................................................. iii
BAB I      PENDAHULUN
A.       Latar Belakang.............................................................................. 1
B.       RumusanMasalah........................................................................... 1
C.       TujuandanManfaat  …………………………………………...... 2

BAB II    PEMBAHASAN
A.       Pembinaan dan penilaian kepribadian guru melalui atasan............ 3
B.       Pembinaan kepribadian guru melalui pendidikan dan pelatihan…………   6
C.       Pembinaan mandiri guru dengan pengkajian pustaka.................... 9  


BAB III   PENUTUP
Kesimpulan .......................................................................................... 10
Saran  ………………………………………………………………... 10

Daftar Pustaka ...................................................................................................... 11




Upaya Pembinaan Terhadap Kepribadian Guru
Melalui Penilaian dan Pembinaan oleh Atasan
I. Kepala Sekolah
Unit sumber daya manusia ini bertanggung jawab untuk mengidentifiksi individu-individu yang berkualitas secara profesional yang memiliki nialai atau unsur-unsur: sikap dan kecakapan yang mengisyartkan untuk mengembangkan dan tercapainya tujuan organisasi/sekolah, sejalan dengan harapan (ekspektasi) dari para individu yang merupakan motivasi mengapa mereka mengabdikan diri untuk kepentingan organisasi/sekolah.
Ada lima tahap peranan kunci kepala sekolah yaitu:
  1. Identifikasi staf
Merupakan tahap pengenalan terhadap kualitas yang dimiliki oleh para calon staf apakah derajat kepribadian, keinginan atau harapan, motivasi serta keahlian yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan atau pekerjaan/kedudukan yang akan diberikan kepada mereka. Identifikasi dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Rekruitmen, merupakan proses identifikasi calon-calon staf yang secara potensial akan diterima.
  2. Seleksi, merupakan proses pemilihan calon-calon yang tingkat kualitasnya, seperti: kepribadian, kebutuhan atau harapan, motivasi serta kecakapan / keahlian memang betul-betul telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan/jabatan khusus yang ditugaskan.
  1. Penempatan
Tujuan pokok penemptn dalah mencari kepastian secara maksimal, yaitu kesesuaian antara jabatan/tugas yang harus diisi dengan karakteristik pribadi para individu (guru yang baru).
Penempatan guru meliputi: penempatan guru baru, penempatan kembali guru, dan penempatan guru yang berbeda-beda. Guru baru harus menerima tugas secara adil sehingga keberhasilan tugas mengajar tidak dalam keadaan yang membahayakan (jeopardized). Penempatan kembali para guru terjadi untuk mengoreksi kesalahan penempatan dan bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari para guru.
  1. Penyesuaian Diri (Staff Orientation)
Merupakan proses secara terus menerus yng memuli dengan wawancara, rekruitmen dn berkhir dengan asosiasi profesional pegawai dengan sekolah.
Tujuan utama penyesuaian/orientasi adalah untuk membantu seorang pegawai baru memahami dan berdaptasi pada harapan, peran dan mengembangkan satu perasaan ikut memiliki dan mengenali sekolah serta masyarakat.
  1. Evaluasi Para Guru
Evaluasi mencakup penilaian terhadap tingkat penampilan dari masing-masing anggota dewan guru dalam mencapai hasil yang diharapkan. Berdasarkan prosesnya, evaluasi meliputi:
  1. Waktu evaluasi (when evaluate)
Evaluasi guru dimulai sejak awal guru yang bersangkutan melaksanakan tugas mengajar sampai guru yang bersangkutan berhenti tidak mengajar.
  1. Mengapa evaluasi perlu diadakan (why evaluated)
Ada beberapa alasan pokok mengapa guru-guru perlu dievaluasi, meliputi:
1.       
    • Menyesuaikan hasil yang diinginkan dan sasaran .
    • Memodifikasi prosedur
    • Menentukan cara-cara yang baru dalam melaksanakan prosedur.
    • Memperbaiki penampilan individu.
    • Mendukung informasi demi modifikasi penempatan.
    • Melindungi individu-individu atau persekolahan.
    • Memberikan penghargaan yang penampilannya superior.
    • Memberikan basik/landasan perencanaan karir dan pertumbuhan setra pengembangan pribadi.
    • Memvalidasi proses seleksi.
    • Memberikan fasilitas pribadi
  1. Apa yang dievaluasi (what to evlute)
Pokok-pokok sasaran penilaian (items) yang biasanya tercantum dalam instrumen penilaian meliputi:
  • Metodologi mengajar (teaching metodology)
  • Pengelolaan kelas (classroom mangement)
  • Pengetahuan isi/kadar muatan (knowledge of content)
  • Hubungan antar pribadi (interpersonal relation)
  • Tingkat pertumbuhan profesional (eatent of profesional growth)
  1. Bagaimana evaluasi dilaksanakan (how to evaluate)
Evaluate dilakkukan dengan beberapa cara yaitu:
  • Penggunaan instrumen dan proses
  • Dengan skala prioritas dan check list.
  • Metode pernyataan yang bersifat cerita.
  • Hallo-effeck
  1. Perbaikkan Guru dan Program Pendidikan
Inti perbaikkan guru adalah:
  • Kunjungan kelas (mempersiapkan staf pengajar, pertemuan sebelum mengajar, kunjungan observasi, pertemuan setelah kunjungan
  • Obeservasi
  • Pertemuan individual
  • Kunjungan sekolah
  • Keanggotaan dalam asosiasi profesi
  • Perpustakaan profesional
  • Supervisi guru bantu
  • Program pelatihan inservice
( Wahjo Sumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002. hlm.276-287)
II. Supervisor
Supervisor adalah orang yang menjalankan supervisi. Supervisi adalah aktifitas menentukan kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Sehubungan dengan itu, maka kepala sekolah aebgai supervisor berarti bahwa kepala sekolah hendaknya pandai meneliti, mencari dan menentukan syarat-syarat yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tuyjuan pendidikan tercapai secara maksimal.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor, kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Supervisi harus bersifat konstruktif dan kreatif sehingga menimbulkan dorongan untuk bekerja.
  2. Realistis dan mudah dilaksanakan.
  3. Menimbulkan rasa aman bagi guru/karyawan.
  4. Berdasarkan hubungan profesional.
  5. Harus mempertimbangkan kesanggupan dan sikap guru/pegawai.
  6. Tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan kegelisahan bahkan sikap antipati dari guru.
  7. Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan, pangkat, kedudukan dari keuasaan pribadi.
  8. Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan (supervisi berbeda dengan inspeksi).
  9. Supervisi tidak terlalu cepat mengharap hasil
  10. Supervisi hendaknya bersifat prefektif, korektif, dan kooperatif
Sebagai implikasi tugas supervisor, beberapa hal yang perlu dilakukan kepala sekolah sebagai pemimpin yaitu:
  1. Mengetahui keadaan/kondisi guru dalam latar belakang kehidupan lingkungan dan sosial ekonominya, hal ini penting untuk tindakan kepemimpinannya.
  2. Merangsang semangat kerja guru.
  3. Mengusahakan tersedianya fasilitas yang diperlukan untuk mengembangkan kemacmpuan guru.
  4. Meningkatkan partisipasi guru dalam kehidupan sekolah.
  5. Membina rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah antara kepala sekolah, guru, pegawai.
  6. Mempercepat hubungan sekolah dengan masyarakat.
(Suryobroto, Menejemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004. hlm. 187-188)
Supervisi merupakan kegiatan kooperatif dengan mengikutsetakan orang yang disupervisi, agar menyadari kekurangan dan kelemahan diri sendiri untuk kemudian berusaha memperbaikinya, baik dengan bantuan atau tanpa bantuan orang lain. Guna mengapai tujuan itu, supervisi pendidikan dapat dilakuikan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Orientasi dan Penyesuaian Guru-guru pada Situasi Baru.
Orientasi pada saat permulaan bekerja dalam menghadapi situasi baru dengan petunjuk pimpinan atau orang yang ditugaskan (supervisor) akan menimbulkan rasa senang karena merasa m,endapat pengakuan sebagai bagian/anggota dalam suatu lingkungan/organisasi yang masih asing. Dengan demikian akan timbul dan terbina kemampuan bekerja secara maksimal. Orientasi dan penyesuaian itu antara lain:
  1. Orientasi personal, berupa perkenalan dan ramah tamah dengan menjelasksn tugas dari tingkat yang terendah sampai yang tertinggi di dalam dan di luar organisasi/lembaga.
  2. Orientasi terhadap program, berupa usaha menjelaskan rencana-rencana dan kegiatan yang telah sedang dan akan dilakukan di lingkungan organisasi.
  3. Orientasi terhadap fasilitas, berupa penjelsan tentang fasilitas yang dapat dipergunakan dalam meningkatrkan efisiensi tugas guru baru tersebut.
  4. Orientasi lingkungan berupa kegiatan memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah.
2. Rapat Dewan Guru dan Diskusi Staf Guru
Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan guru, karena guru dapat mengemukakan pendapat/saran.
3. Kunjungan Kelas dan Kunjungan Sekolah
Melalui kegiatan ini diharapkan para guru memperoleh pengalaman baru guna meningkatkan kecakapannya dalam menjalankan tugas. Kunjungan kelas/sekolah berarti kunjungan supervisor/kepala sekolah kepada guru-guru yang disupervisi.
4. Pertemuan Individual dan Pertemuan Kelompok
Dalam hal ini seorang supervisor harus menempatkan dirinya sebagai penasehat yang bertugas menunjukan jalan atau cara-cara penyelesaian suatu masalah yang dihadapi oleh guru.
5. In-Service Training
Merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam bidang tertentu sesuai dengan tugasnya, agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas dalam melakukan tugas-tugas tersebut.
Agar kegiatan supervisi pendidikan berjalan dengan lancar, seorang supervisor dapat menggunakan berbagai alat bantu, antara lain:
  1. Perpustakaan profesional dan perpustakaan sekolah.
Dengan perpustakaan tersebut, setiap guru dapat menambah pengetahuan dan keterampilan. Supervisor harus mendorong agar di lingkungan lembaga pendidikan/sekolah diselenggarakan perpusakaan dengan koleksi buku-buku yang up to date.
  1. Buku kurikulum/rencana pelajaran dan buku pegangan guru.
Berdasarkan kurikulum seorang guru harus dilengkapi dengan sejumlah buku pegangan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik..
  1. Buletin pendidikan dan buletin sekolah.
Seorang supervisor harus berusaha agar seorang guru yang disupervisi mendapat kesempatan membaca guna mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya.
  1. Penasehat ahl dan resource person
Staf ahli dapat memberikan bantuan dalam menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi oleh guru. Jika tidak tersedia staf ahli, maka supervisor dapat meminta bantuan kepada siapapun di luar lembaga pendidikan (resource person).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar