Jumat, 12 Februari 2016

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN PAI STRATEGI BRAINSTORMING



Pertemuan ke

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN PAI
STRATEGI BRAINSTORMING
Makalah Ini Disusun  Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Strategi Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Drs.H. Tahrir,








                                                                                                         .

Disusun Oleh Kelompok 5 :
1.      Atik linawati
2.      Karomah
3.      Septi Andiani

SEMESTER  :  TARBIYAH/ 6 (Enam)B


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI (STAIS) MAJENANG
Jl.KH. Sufyan Tsauri Po Box I8 Majenang Tlp. (0280) 623562
 Cilacap  2013 / 2014





KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Strategi Pembelajaran PAI yang berjudul ”Strategi Brainstorming”.  Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada baginda kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya  yang setia sampai akhir zaman.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi Pembelajaran PAI.  Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.    Bapak Drs. H. Tahrir, M.Pd.I Selaku dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran PAI yang telah memberikan bimbingan, dorongan dan nasehat yang baik kepada kami.
2.    Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini.
Penulis menyadari dalam Penyusunan Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan pada masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.


Majenang, 25 April 2014
                                                                                                    

                                                                                                       Penulis

DAFTAR ISI

Halaman judul........................................................................................................... i
Kata pengantar ........................................................................................................ ii
Daftar isi................................................................................................................. iii

A.  PENDAHULUAN
a.    Latar Belakang.................................................................................................... 1
b.    Rumusan Masalah............................................................................................... 1
c.    Tujuan Pembahasan............................................................................................. 2
d.   Manfaat............................................................................................................ .. 2

B.   PEMBAHASAN
a.    Pengertian Strategi Brainstorming...................................................................... 3
b.    Kelebihan dan Kekurangan Strategi Brainstorming............................................ 4
c.    Langkah-langkah Penerapan Pelaksanaan Strategi Brainstorming .................. .. 5
d.   Tugas guru dalam pelaksanaan strategi brainstorming..................................... .. 7
e.    Tugas siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming.................................... .. 7

C.   PENUTUP
a.    Kesimpulan ....................................................................................... .. 8
b.    Saran........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... .. 9





A.     PENDAHULUAN
a.    Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia merupakan  pendidikan yang majemuk seperti halnya bangsa atau penduduknya sendiri, salah satu masalah yang dihadapi dunia Pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan berpikir. Proses pembelajaran didalam kelas diarahkan untuk menghafal informasi, serta diarahkan untuk untuk aktif serta kreatif dalam jalanya proses pembelajaran, yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 3.
 Kreatifitas adalah cara mengapresiasikan diri kita terhadap suatu masalah,  dengan menggunakan berbagai cara yang datang secara spontanitas yang merupakan hasil dari pemikiran kita atau bahkan dari sesuatu yang tidak terpikirkan orang menjadi sesuatu ( mencurahkan ide-ide atau gagasan), yang bermanfaat buat orang. Dalam proses pembelajaran perlu adanya strategi yang tepat  supaya dalam proses pembelajaran akan berjalan dengan baik efektif dan efesian. Untuk mewujudkan  strategi pembelajaran ini efektif adalah para pemberi ide tidak hanya memberi ide- ide baru, melainkan juga menggabungkan ide-ide orang lain dengan mengembangkan dan  memperbaiki ide-ide tersebut . Untuk itu makalah ini akan mencoba memaparkan sebuah strategi yakni strategi brainstorming.

b.    Rumusan Masalah
Setelah mengidentifikasi masalah sesuai dengan judul makalah, maka terdapat beberapa rumusan masalah yang berkaitan dengan strategi brainstorming sebagai berikut:
1.    Apa yang dimaksud dengan strategi brainstorming
2.    Apa saja kekurangan dan kelebihan strategi brainstorming
3.    Sebutkan langkah- langakah Penerapan Pelaksanaan Strategi Brainstorming
4.    Bagaimana tugas  guru dalam pelaksanaan strategi brainstorming
5.    Bagaimana tugas siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming

c.    Tujuan Pembahasan
 Berdasarkan rumusan  makalah diatas, mahasiswa diharapkan mampu untuk mengetahui dan menjelaskan lebih mendalam tentang:
1.    Strategi brainstorming
2.    Kekurangan dan kelebihan strategi brainstorming
3.    Langkah- langakah penerapan pelaksanaan strategi brainstorming
4.    Tugas  guru dalam pelaksanaan strategi brainstorming.
5.    Tugas siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming

d.   Manfaat  Pembahasan
Dengan adanya pembahasan strategi brainstorming dalam proses pembelajaran mahasiswa mampu:
1.    Mengidentifikasi, mencari sebab-sebab yang mengakibatkan terjadinya masalah.
2.    Menentukan alternatif  serta mengimplementasikan pemecahan masalah.
3.    Merencanakan langkah-langkah dalam melaksanakan suatu aktivitas
4.    Mengambil keputusan ketika masalah terjadi
5.    Serta mampu Melakukan perbaikan (improvements).














B.     PEMBAHASAN
a.    Pengertian Strategi Brainstorming
Berpikir kreatif adalah proses berpikir yang menghasilkan kreativitas. Kreativitas tidak selalu menghasilkan produk konkret, tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan, di antaranya berupa ide. Kreativitas sangat penting untuk menyiasati segala keterbatasan yang kita miliki, memecahkan masalah pada berbagai aspek kehidupan, sekaligus menghasilkan peluang atau karya baru untuk memudahkan kehidupan kita.
a)    Pengertian strategi menurut beberapa ahli:
1)   Strategi  secara umum adalah: suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan
2)   Menurut David. RJ  (1976) Strategi adalah:
a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular a ducational goal.  Jadi strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu[1].
3)   Menurut Kemp (1995) Strategi adalah:
Suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai  secara efektif dan efesien.
b)   Pengertian strategi brainstorming menurut beberapa ahli:
1)   Menurut Roestiyah ( 2001)  Strategi Brainstorming adalah
Suatu teknik atau mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia[2].

2)   Menurut Azhar,(1993) Strategi Brainstorming adalah:
suatu tehnik kelompok penyumbang ide baru, tanpa dinilai segera. Setiap anggota kelompok menyumbang idenya.
Jadi strategi brainstorming adalah: (curah pendapat) diartikan pula sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok siswa. Strategi brainstorming ini pertama kali dicetuskan oleh Alex Osborn pada tahun 1953 dalam bukunya Applied Imagination. Brainstorming berarti to storm a problem with ideas (menyerbu suatu masalah dengan ide-ide). Brainstorming atau penyerbuan dengan ide-ide yang sebanyak mungkin terhadap suatu masalah dilangsungkan dalam suatu pertemuan. Teknik ini pada dasarnya adalah menerapkan diadakannya suatu sidang serbuan gagasan untuk memecahkan masalah[3].
Pada pembelajaran dengan teknik brainstorming, setiap siswa dianjurkan mengajukan pendapat atau gagasan yang sebanyak-banyak mungkin untuk kemudian dicatat. Penggalian ide dengan teknik ini bermula dari pemikiran Osborn yang menganggap bahwa aliran ide spontan yang muncul dari banyak orang lebih baik dari pada gagasan seorang diri. Brainstorming mengacu pada penggalian ide berdasarkan kreativitas berpikir manusia. Peserta diskusi bebas menyampaikan pendapat tanpa rasa takut terhadap kritik dan penilaian sebab selama tahap pengumpulan ide semua gagasan akan ditampung tanpa terkecuali. Dalam prosesnya, tidak boleh dilangsungkan perdebatan atau diberikan kritik terjadap sesuatu ide yang dilontarkan.

b.   Kelebihan dan Kekurangan Strategi Brainstorming
Kelebihan strategi brainstorming adalah penggunaan kapasitas otak dalam menjabarkan gagasan atau menyampaikan suatu ide dalam proses brainstorming, seseorang akan dituntut untuk mengeluarkan semua ide sesuai dengan kapasitas wawasan dan psikologisnya [4].
a)    Kelebihan strategi strategi brainstorming
1.    Anak-anak berfikir untuk menyatakan pendapat.
2.    Melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis.
3.    Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru.
4.    Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran.
5.    Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang sudah pandai atau dari guru.
6.    Terjadi persaingan yang sehat.
7.    Anak merasa bebas dan gembira.
8.    Suasana demokratis dan disiplin dapat ditumbuhkan.

b)   Kekurangan strategi brainstorming
1.     Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir dengan baik.
2.    Anak yang kurang pandai selalu ketinggalan.
3.    Guru hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan.
4.    Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul atau salah
5.    Tidak menjamin hasil pemecahan masalah.
6.    Masalah bisa berkembang ke arah yang tidak diharapkan.
Berbagai kekurangan tersebut dapat diatasi apabila seorang guru atau pimpinan dalam kelas bisa membaca situasi dan menguasai kelas dengan baik untuk mencari solusi. Guru harus bisa menjadi penengah dan mengatur situasi dalam kelas sebaik mungkin.

c.    Langkah-langkah Penerapan Pelaksanaan Strategi Brainstorming
Tugas guru dalam pelaksanaan metode ini adalah memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi, dan guru tidak boleh mengomentari bahwa pendapat siswa itu benar/ salah, juga tidak perlu disimpulkan.
Guru hanya menampung semua pernyataan pendapat siswa, sehingga semua siswa di dalam kelas mendapat giliran, tidak perlu komentar atau menilai. Siswa bertugas menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar atau bertanya, atau mengemukakan masalah baru, mereka belajar dan melatih merumuskan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa yang kurang aktif perlu dipancing dengan pertanyaan dari guru agar turut berpartisipasi, aktif, dan berani mengemukakan pendapatnya[5].
       Berikut ini adalah langkah-langkah pembelajaran yang menggunakan strategi brainstorming:
1.    Pemberian informasi dan motivasi
Guru menjelaskan masalah yang dihadapi beserta latar belakangnya dan mengajak peserta didik aktif untuk menyumbangkan pemikirannya.
2.    Identifikasi
Pada tahap ini peserta didik diundang untuk memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang masuk ditampung, ditulis dan tidak dikritik. Pimpinan kelompok dan peserta hanya boleh bertanya untuk meminta penjelasan. Hal ini agar kreativitas peserta didik tidak terhambat.
3.    Klasifikasi
Semua saran dan masukan peserta ditulis. Langkah selanjutnya mengklasifikasikan berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa berdasarkan struktur/ faktor-faktor lain.
4.    Verifikasi
Kelompok secara bersama melihat kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahannya. Apabila terdapat sumbang saran yang sama diambil salah satunya dan sumbang saran yang tidak relevan bisa dicoret. Kepada pemberi sumbang saran bisa diminta argumentasinnya.
5.    Konklusi (Penyepakatan)
Guru/pimpinan kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui.


d.   Tugas guru dalam pelaksanaan strategi brainstorming
Dalam proses pelaksanaanstrategi  pembelajaran brainstorming guru mempunyai tugas antaralain adalah:
1.    Memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka tertarik untuk menanggapinya.
2.    Tidak boleh mengomentari atau mengevaluasi bahwa pendapat yang dikemukakan oleh siswa itu benar atau salah.
3.    Guru tidak perlu menyimpulkan permasalahan yang telah ditanggapi siswa.
4.    Guru hanya menampung semua pertanyaan pendapat siswa, dan mengatasi semua siswa didalam kelas mendapat giliran.
5.    Memberikan sebuah pertanyaan untuk memancing siswa yang kurang aktif menjadi tertarik.

e.    Tugas siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming
Dalam proses pembelaksanaan pembelajaran brainstorming selain guru siswa pun mempunyai tugas antaralain:
1.    Menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar, mengajukan pertanyaan, atau mengemukakan masalah baru.
2.    Belajar dan melatih merumuskan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang benar.
3.    Berpartisipasi aktif dan berani mengemukakan pendapatnya.
4.    Dll...!!










C.     PENUTUP
a.    Kesimpulan
1)   Model pembelajaran Brainstorming (curah pendapat) adalah suatu model dalam mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok siswa dalam kegiatan diskusi.
2)   Dalam metode strategi brainstorming ini semua siswa bebas mengajukan pendapatnya, jadi siswa tidak perlu merasa takut salah. Hal ini akan melatih siswa untuk berani mengajukan pendapat dalam berdiskusi.
3)   Ttrategi brainstorming ini mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah siswa yang awalnya kurang berani berbicara sedikit demi sedikit akan berani untuk mengajukan pendapat atau idenya dalam diskusi (aktif)

b.   Saran
       Dalam proses berjalannya strategi brainstorming dalam kelas Team leader perlu memberi dorongan, teguran dan arahan kepada peserta untuk membantu kelancaran proses. Disamping itu, para peserta sendiri dituntut untuk menyadari prinsip-prinsip aturan main sehingga proses belajar akan berjalan dengan efektif dan efesien.










DAFTAR PUSTAKA

Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana  Prenada Media Grup, 2006.
http://hady-berbagi.blogspot.com/2014/01/model-pembelajaran-brainstorming.html






       [1]Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.{ Jakarta:                 Kencana Prenada Media Grup,2006}. Cetakan, hlm126.
      [3] http://www.situsbahasa.info/2011/11/definisitujuandanmanfaatteknikbrainstor.html
      [5] http://hady-berbagi.blogspot.com/2014/01/model-pembelajaran-brainstorming.html
 


 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar