Pertemuan ke
MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN PAI
STRATEGI BRAINSTORMING
Makalah
Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata
Kuliah Strategi Pembelajaran PAI
Dosen
Pengampu : Drs.H. Tahrir,
.
Disusun Oleh Kelompok 5 :
1. Atik linawati
2. Karomah
3. Septi Andiani
SEMESTER : TARBIYAH/ 6 (Enam)B
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM SUFYAN TSAURI (STAIS) MAJENANG
Jl.KH.
Sufyan Tsauri Po Box I8 Majenang Tlp. (0280) 623562
Cilacap
2013 / 2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur senantiasa penulis
panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Strategi Pembelajaran PAI yang
berjudul ”Strategi Brainstorming”. Shalawat
dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada baginda kita, Nabi Muhammad SAW,
keluarga, dan para sahabatnya yang setia
sampai akhir zaman.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Strategi Pembelajaran PAI. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada:
1.
Bapak Drs. H. Tahrir, M.Pd.I Selaku dosen mata
kuliah Strategi Pembelajaran PAI yang telah memberikan bimbingan, dorongan dan
nasehat yang baik kepada kami.
2.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini.
Penulis menyadari dalam Penyusunan
Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan pada
masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.
Majenang, 25 April 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman judul........................................................................................................... i
Kata pengantar ........................................................................................................ ii
Daftar isi................................................................................................................. iii
A. PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang.................................................................................................... 1
b.
Rumusan
Masalah............................................................................................... 1
c.
Tujuan
Pembahasan............................................................................................. 2
d.
Manfaat............................................................................................................ .. 2
B. PEMBAHASAN
a.
Pengertian Strategi Brainstorming...................................................................... 3
b.
Kelebihan dan Kekurangan Strategi Brainstorming............................................ 4
c.
Langkah-langkah Penerapan Pelaksanaan Strategi
Brainstorming .................. .. 5
d.
Tugas guru dalam pelaksanaan strategi
brainstorming..................................... .. 7
e.
Tugas siswa dalam pelaksanaan strategi
brainstorming.................................... .. 7
C. PENUTUP
a.
Kesimpulan ....................................................................................... .. 8
b.
Saran........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... .. 9
A.
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang
majemuk seperti halnya bangsa atau penduduknya sendiri,
salah satu masalah yang dihadapi dunia Pendidikan kita adalah masalah lemahnya
proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan
berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan
berpikir. Proses pembelajaran didalam kelas diarahkan untuk menghafal informasi,
serta diarahkan untuk untuk aktif serta kreatif dalam jalanya proses
pembelajaran, yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal
3.
Kreatifitas
adalah cara mengapresiasikan diri kita terhadap suatu masalah, dengan
menggunakan berbagai cara yang datang secara spontanitas yang merupakan hasil
dari pemikiran kita atau bahkan dari sesuatu yang tidak terpikirkan orang
menjadi sesuatu ( mencurahkan ide-ide atau gagasan), yang bermanfaat buat
orang. Dalam proses pembelajaran perlu adanya strategi yang tepat supaya dalam proses pembelajaran akan berjalan
dengan baik efektif dan efesian. Untuk mewujudkan strategi pembelajaran ini efektif adalah para
pemberi ide tidak hanya memberi ide- ide baru, melainkan juga menggabungkan
ide-ide orang lain dengan mengembangkan dan memperbaiki ide-ide tersebut .
Untuk itu makalah ini akan mencoba memaparkan sebuah strategi yakni strategi
brainstorming.
b.
Rumusan Masalah
Setelah mengidentifikasi masalah sesuai dengan judul makalah, maka
terdapat beberapa rumusan masalah yang berkaitan dengan strategi brainstorming
sebagai berikut:
1.
Apa
yang dimaksud dengan strategi brainstorming
2.
Apa
saja kekurangan dan kelebihan strategi brainstorming
3.
Sebutkan
langkah- langakah Penerapan Pelaksanaan Strategi Brainstorming
4.
Bagaimana
tugas guru dalam pelaksanaan
strategi brainstorming
5.
Bagaimana
tugas siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming
c.
Tujuan
Pembahasan
Berdasarkan rumusan makalah diatas, mahasiswa diharapkan mampu
untuk mengetahui dan menjelaskan lebih mendalam tentang:
1.
Strategi
brainstorming
2.
Kekurangan
dan kelebihan strategi brainstorming
3.
Langkah-
langakah penerapan pelaksanaan strategi brainstorming
4.
Tugas guru dalam pelaksanaan strategi brainstorming.
5.
Tugas
siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming
d.
Manfaat Pembahasan
Dengan
adanya pembahasan strategi brainstorming dalam proses pembelajaran mahasiswa
mampu:
1.
Mengidentifikasi,
mencari sebab-sebab yang mengakibatkan terjadinya masalah.
2.
Menentukan
alternatif serta mengimplementasikan
pemecahan masalah.
3.
Merencanakan
langkah-langkah dalam melaksanakan suatu aktivitas
4.
Mengambil
keputusan ketika masalah terjadi
5.
Serta
mampu Melakukan perbaikan (improvements).
B.
PEMBAHASAN
a.
Pengertian
Strategi Brainstorming
Berpikir
kreatif adalah proses berpikir yang menghasilkan kreativitas. Kreativitas tidak
selalu menghasilkan produk konkret, tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan, di
antaranya berupa ide. Kreativitas sangat penting untuk menyiasati segala
keterbatasan yang kita miliki, memecahkan masalah pada berbagai aspek
kehidupan, sekaligus menghasilkan peluang atau karya baru untuk memudahkan
kehidupan kita.
a)
Pengertian
strategi menurut beberapa ahli:
1)
Strategi
secara umum adalah: suatu garis-garis
besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan
2)
Menurut
David. RJ (1976) Strategi adalah:
a plan, method, or series of
activities designed to achieves a particular a ducational goal. Jadi strategi pembelajaran
dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu[1].
3)
Menurut
Kemp (1995) Strategi adalah:
Suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan
siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efesien.
b)
Pengertian
strategi brainstorming menurut beberapa ahli:
1)
Menurut
Roestiyah ( 2001) Strategi Brainstorming
adalah
Suatu teknik atau mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam
kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa
menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah
tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai
suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia[2].
2)
Menurut
Azhar,(1993) Strategi Brainstorming adalah:
suatu tehnik kelompok penyumbang ide baru, tanpa dinilai segera.
Setiap anggota kelompok menyumbang idenya.
Jadi strategi
brainstorming adalah: (curah pendapat) diartikan pula sebagai suatu cara untuk
mendapatkan banyak ide dari sekelompok siswa. Strategi brainstorming ini
pertama kali dicetuskan oleh Alex Osborn pada tahun 1953 dalam bukunya Applied
Imagination. Brainstorming berarti to storm a problem with ideas (menyerbu
suatu masalah dengan ide-ide). Brainstorming atau penyerbuan dengan ide-ide
yang sebanyak mungkin terhadap suatu masalah dilangsungkan dalam suatu
pertemuan. Teknik ini pada dasarnya adalah menerapkan diadakannya suatu sidang
serbuan gagasan untuk memecahkan masalah[3].
Pada
pembelajaran dengan teknik brainstorming, setiap siswa dianjurkan mengajukan
pendapat atau gagasan yang sebanyak-banyak mungkin untuk kemudian dicatat. Penggalian
ide dengan teknik ini bermula dari pemikiran Osborn yang menganggap bahwa
aliran ide spontan yang muncul dari banyak orang lebih baik dari pada gagasan
seorang diri. Brainstorming mengacu pada penggalian ide berdasarkan kreativitas
berpikir manusia. Peserta diskusi bebas menyampaikan pendapat tanpa rasa takut
terhadap kritik dan penilaian sebab selama tahap pengumpulan ide semua gagasan
akan ditampung tanpa terkecuali. Dalam prosesnya, tidak boleh dilangsungkan
perdebatan atau diberikan kritik terjadap sesuatu ide yang dilontarkan.
b.
Kelebihan
dan Kekurangan Strategi Brainstorming
Kelebihan strategi brainstorming adalah penggunaan kapasitas otak
dalam menjabarkan gagasan atau menyampaikan suatu ide dalam proses
brainstorming, seseorang akan dituntut untuk mengeluarkan semua ide sesuai
dengan kapasitas wawasan dan psikologisnya [4].
a)
Kelebihan
strategi strategi brainstorming
1.
Anak-anak
berfikir untuk menyatakan pendapat.
2.
Melatih
siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis.
3.
Merangsang
siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang
diberikan oleh guru.
4.
Meningkatkan
partisipasi siswa dalam menerima pelajaran.
5.
Siswa
yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang sudah pandai atau dari
guru.
6.
Terjadi
persaingan yang sehat.
7.
Anak
merasa bebas dan gembira.
8.
Suasana
demokratis dan disiplin dapat ditumbuhkan.
b)
Kekurangan
strategi brainstorming
1.
Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa
untuk berpikir dengan baik.
2.
Anak
yang kurang pandai selalu ketinggalan.
3.
Guru
hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan.
4.
Siswa
tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul atau salah
5.
Tidak
menjamin hasil pemecahan masalah.
6.
Masalah
bisa berkembang ke arah yang tidak diharapkan.
Berbagai kekurangan tersebut dapat diatasi apabila seorang guru
atau pimpinan dalam kelas bisa membaca situasi dan menguasai kelas dengan baik
untuk mencari solusi. Guru harus bisa menjadi penengah dan mengatur situasi
dalam kelas sebaik mungkin.
c.
Langkah-langkah
Penerapan Pelaksanaan Strategi Brainstorming
Tugas guru dalam pelaksanaan metode ini adalah memberikan masalah
yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi, dan guru tidak
boleh mengomentari bahwa pendapat siswa itu benar/ salah, juga tidak perlu
disimpulkan.
Guru hanya menampung semua pernyataan pendapat siswa, sehingga
semua siswa di dalam kelas mendapat giliran, tidak perlu komentar atau menilai.
Siswa bertugas menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar atau
bertanya, atau mengemukakan masalah baru, mereka belajar dan melatih merumuskan
pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa yang kurang aktif perlu
dipancing dengan pertanyaan dari guru agar turut berpartisipasi, aktif, dan berani
mengemukakan pendapatnya[5].
Berikut ini adalah langkah-langkah pembelajaran
yang menggunakan strategi brainstorming:
1.
Pemberian
informasi dan motivasi
Guru
menjelaskan masalah yang dihadapi beserta latar belakangnya dan mengajak
peserta didik aktif untuk menyumbangkan pemikirannya.
2.
Identifikasi
Pada tahap ini peserta didik diundang untuk memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang masuk ditampung, ditulis dan tidak dikritik. Pimpinan kelompok dan peserta hanya boleh bertanya untuk meminta penjelasan. Hal ini agar kreativitas peserta didik tidak terhambat.
Pada tahap ini peserta didik diundang untuk memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang masuk ditampung, ditulis dan tidak dikritik. Pimpinan kelompok dan peserta hanya boleh bertanya untuk meminta penjelasan. Hal ini agar kreativitas peserta didik tidak terhambat.
3.
Klasifikasi
Semua saran dan masukan peserta ditulis. Langkah selanjutnya mengklasifikasikan berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa berdasarkan struktur/ faktor-faktor lain.
Semua saran dan masukan peserta ditulis. Langkah selanjutnya mengklasifikasikan berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa berdasarkan struktur/ faktor-faktor lain.
4.
Verifikasi
Kelompok secara bersama melihat kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahannya. Apabila terdapat sumbang saran yang sama diambil salah satunya dan sumbang saran yang tidak relevan bisa dicoret. Kepada pemberi sumbang saran bisa diminta argumentasinnya.
Kelompok secara bersama melihat kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahannya. Apabila terdapat sumbang saran yang sama diambil salah satunya dan sumbang saran yang tidak relevan bisa dicoret. Kepada pemberi sumbang saran bisa diminta argumentasinnya.
5.
Konklusi
(Penyepakatan)
Guru/pimpinan
kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan
masalah yang disetujui.
d.
Tugas
guru dalam pelaksanaan strategi brainstorming
Dalam proses
pelaksanaanstrategi pembelajaran
brainstorming guru mempunyai tugas antaralain adalah:
1.
Memberikan
masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka tertarik untuk
menanggapinya.
2.
Tidak
boleh mengomentari atau mengevaluasi bahwa pendapat yang dikemukakan oleh siswa
itu benar atau salah.
3.
Guru
tidak perlu menyimpulkan permasalahan yang telah ditanggapi siswa.
4.
Guru
hanya menampung semua pertanyaan pendapat siswa, dan mengatasi semua siswa
didalam kelas mendapat giliran.
5.
Memberikan
sebuah pertanyaan untuk memancing siswa yang kurang aktif menjadi tertarik.
e.
Tugas
siswa dalam pelaksanaan strategi brainstorming
Dalam proses
pembelaksanaan pembelajaran brainstorming selain guru siswa pun mempunyai tugas
antaralain:
1.
Menanggapi
masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar, mengajukan pertanyaan, atau
mengemukakan masalah baru.
2.
Belajar
dan melatih merumuskan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang benar.
3.
Berpartisipasi
aktif dan berani mengemukakan pendapatnya.
4.
Dll...!!
C.
PENUTUP
a.
Kesimpulan
1)
Model
pembelajaran Brainstorming (curah pendapat) adalah suatu model dalam
mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dengan melontarkan suatu
masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat,
atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah
baru, atau dapat diartikan pula sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide
dari sekelompok siswa dalam kegiatan diskusi.
2)
Dalam
metode strategi brainstorming ini semua siswa bebas mengajukan pendapatnya,
jadi siswa tidak perlu merasa takut salah. Hal ini akan melatih siswa untuk
berani mengajukan pendapat dalam berdiskusi.
3)
Ttrategi
brainstorming ini mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah siswa yang
awalnya kurang berani berbicara sedikit demi sedikit akan berani untuk mengajukan
pendapat atau idenya dalam diskusi (aktif)
b.
Saran
Dalam proses berjalannya strategi
brainstorming dalam kelas Team leader perlu memberi dorongan, teguran dan
arahan kepada peserta untuk membantu kelancaran proses. Disamping itu, para
peserta sendiri dituntut untuk menyadari prinsip-prinsip aturan main sehingga
proses belajar akan berjalan dengan efektif dan efesien.
DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya,
Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana Prenada Media Grup, 2006.
http://hady-berbagi.blogspot.com/2014/01/model-pembelajaran-brainstorming.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar